[singlepic id=58 w=320 h=240 float=left]Dalam beberapa obrolan ringan dalam café atau tongkrongan di warung soto lamongan, beberapa teman atau mungkin rekan kerja saya pernah dan sering melontarkan kata-kata “kalau belum punya pacar! Berarti gak laku” saya sih lebih memilih diam daripada menanggapi pernyataan semacam itu! Memikirkannya justru terkadang membuat saya merasa aneh, gak tahu apakah karena selama ini saya hidup dalam pemikiran yang fleksibel atau karena selama ini saya terlalu western sehingga selalu berpikiran seperti ini. Yang justru membuat saya heran kenapa sih dalam budaya masyarakat kita terkadang menganggap relationship atau hubungan itu dalam koridor “laku atau tidak laku” menurut saya relationship itu tidak diukur dalam hubungan politik dagang! Tapi atas dasar suka (Cinta)! Jadi tidak masalah kalau kemudian saya atau mungkin kita menyaksikan budaya melajang dalam beberapa tahun terakhir.


tulisan yang sangat menarik Mr. saumy..
saya setuju setiap orang hidup dengan prinsip masing- masing,
tapi kita juga harus siap untuk menerima consequency atas prinsip yang kita pegang..termasuk keputusan untuk tidak mengikuti arus mainstream…
Thank you Abdul Fatah, ya begitulah, orang memang harus punya prinsip dan pilihan2 hidup walau pahit sekalipun! dan kewajiban orang-orang adalah untuk respect dan menghormati pilihan orang2 itu! benar kan… kapan-kapan main lagi yah!