Saya semang selalu menekankan baik pada diri ini maupun orng lain, bahwa hendaknya, Ramadhan dijadikan momentum untuk lebih merefleksikan diri, sejauh mana bentuk keberagamaan masing-masing diri kita ini, apakah temasuk orang abangan atau hamba yang bertakwa! Kalau saya selalu melakukan refleksi itu, refleksi keberagamaan bukan refleksi prestasi yang selalu kita lakukan akhir tahun!
Dan akhirnya refleksi itu datang juga, walau sedikit meleset karena yang datang dan justru mendewasakan diri ini adalah refleksi kehidupan social saya! Terhadap ibu saya, teman-teman saya dan keloga saya! Tetapi kalau dipikir-pikir, ini ada berkaitan erat dengan keberagamaan saya sendiri!

