[singlepic id=36 w=320 h=240 float=left]Masih terngiang dalam diri ini bahwa seseungguhnya dulu saya adalah seorang anak yang dikenal taat menjalankan perintah agama, luas wawasan dsb tapi idul fitri kemarin, citra diri itu luntur, tersapu oleh gaya hidup hedonism. Ya, masyarakat mulai tidak memperhitungkan diri ini, seperti misalnya saya tidak menjadi pemberi materi pada kuliah subuh selama ramadhan! Suatu hal yang janggal padahal selama tiga tahun semenjak saya di Jogjakarta, saya selalu mendapat giliran, entah itu menjadi pemateri atau sekedar penata acara. Tapi setelah tiga tahun absen karena di Jakarta, saya seperti kehilangan ruh, sepekan tinggal di Linggapura selama Ramadhan diri ini tidak diperhitungkan, bahkan oleh kepemudaan setempat. Akankah charisma saya pudar?

