[singlepic id=34 w=320 h=240 float=left]Apa yang terlintas dalam benak ini ketika gw nonton film 3 days to forever karya sineas muda berbakat Riri Riza. Dalam salah satu scene diceritakan bagaimana kegelisahan seorang Ambar (Adinia Wirasti) tentang masa depannya ketika berada di kompleks pemakaman katholik Wonosewu.
“gue sebenarnya takut lagi, takut gak jadi apa-apa” ucap ambar pada Yusuf, sepupunya (diperankan dengan apik oleh Nicholas Saputra)
“gue juga takut, takut gak dapet pekerjaan yang bagus, padahal gue baru kuliah” timpal Yusuf.
Apa yang sebenarnya diceritakan pada salah satu scene itu adalah ketakutan-ketakutan atau kecemasan yang disuarakan oleh banyak remaja di dunia ini, salah satu hal yang sebenarnya juga menggelayuti pikiran ini.
Kalau mau jujur, untuk saat ini, gue juga masuk dalam kategori failed person, yakni orang yang lambat dalam hal aktualisasi diri. Sehingga itu yang menyebabkan ketakutan-ketakutan dalam diri ini. Saya selalu bertanya-tanya, kenapa anak-anak muda yang kutemui adalah anak-anak muda yang sepertinya memiliki kepercayaan diri yang tinggi, seakan mereka telah sukses dan tinggal lepas landas menatap hari esok yang cerah.
Lalu kalau diri ini mau bercermin diri, what the hell of I do? So far! Satu tahun semenjak saya duduk di redaksi seni Divisi Pemberitaan UIN, saya malah merasa stuck! I’m so frustrating! Confused and no real! Saya yang beberapa bulan kemarin dengan lantang Go Public, Go Abroad dan Jump to second curve, seakan mandul dan berjalan ditempat! Tumpul dan tidak berdaya! Seakan saya ingin runaway! Pergi ke suatu tempat, mengenal orang-orang baru, menjalin komunikasi baru yang lebih bermakna! Tapi kalau itu yang gue lakukan, itu namanya gue bukan fighter, bukan petarung, alias pengecut yang tidak bisa menerima kenyataan hidup!
Sempat terpikir, mungkin gue butuh liburan, untuk sementara berkenalan dengan orang-orang baru, merilekskan pikiran, mencari inspirasi baru, menjalin komunikasi yang lebih bermakna dengan semua pihak! Tapi ya… namanya juga liburan, ini untuk sementara, dan sifatnya just for that day! Selanjutnya ya… gue akan menemui realita yang sama, tapi ya… mungkin dengan perspektif yang baru! Seperti dalam film the holiday!
Sebenarnya yang perlu diperhatikan bukan itu lagi! Yang pingin gue pikirin juga adalah bagaimana diri ini menjalin komunikasi dengan banyak orang! Gue sadar banget kalau gue miskin jaringan, dalam arti selama ini, gue kenal-kenal aja, tapi gak pernah intensif! Coba hitung gue kenal berapa orang sih! Dalam arti yang prospektif! Hampir zero! Jangan sampe deh, begitu lulus, lagi-lagi larinya ke Lik Fauzan, gue gak mau deh! Gue sempet bersumpah kalau gue gak mau menjadi cloning Lik Fauzan! Alhamdulillah ampe sekarang gak kejadian!
Jadi apa donk maksud tulisan ini, gak tau juga gue, ih dodol! Ya artinya gue pada masa ini tuh benar-bener yang bingung banget, gak tau mau Tanya siapa dan gak ada panutan sama sekali! Gue mahasiswa semester enem mau tujuh sih, September nanti! Belum punya pekerjaan yang menjanjikan! Terus dengan beban nilai yang harus gue dapet, minimal, 3.3 lah IP-nya! Ditambah lagi gue punya beban ikiran yang lebih besar! Mau kemana gue habis menamatkan studi ini! sempat terlintas, bahkan sudah tertata rapi dalam buku agenda gue, the next agenda is, dapet beasiswa ke luar negeri! Tapi kalau ngliat kemampuan finanasial orang tua kayaknya gak mungkin deh, terus juga dengan kemampuan bahasa inggris gue yang cas-cis cus, alah gak penting, membuat gue makin pesimis, nih agenda kesampaian gak ya… belum kemarin saat gue gagal masuk audisi ke Australia, wah bener-bener yang kecewa banget!
Plan B gimana? Kalau itu sih gue harus terus pertahanin, plan b ini gue pengen punya usaha desain grafis sendiri, kecil-kecilan aja, tapi ya itu seperti yang tadi gue bilang butuh komunikasi yang lebih bermakna dengan semua pihak! Tercatat hanya ada dua klien yang pernah mampir ke saya setelah itu, sepi lagi!
Mengingat itu semua bikin gue nangis Di! Tapi gue gak tau mau nangis ama siapa, palingan ama bantal saat malem-malem kayak gini. Ya palingan cuma ini yang bisa gue lakuin selama ini, nangis… mau curhat sama siapa… palingan juga orang-orang akan bilang… ah cuma kerjaan gak penting!
Saumiere!

