[singlepic id=137 w=320 h=240 float=left] SAYA pernah mengalami rasanya menjadi orang yang penuh dengan rencana. Setiap tahun selalu membuat resolusi, mengevaluasinya setiap semester, dan kemudian meratapinya di akhir tahun karena segudang resolusi itu hanya satu dan dua yang terpenuhi. Hal itu yang kemudian membuat saya menjadi paranoid dan memutuskan untuk membuang semua omong kosong itu dan membiarkan segala sesuatunya berjalan seperti apa adanya. Hasilnya malah diluar dugaan.
Sabtu dan minggu di pekan ini saya memutuskan untuk menjadikannya sebagai “hari untuk bersenang-senang sekaligus berbenah” setelah dua minggu berturut-turut disibukkan dengan kegiatan prosesi wisuda dan rangkaian kegiatan pelatihan mahasiswa tingkat fakultas. Sungguh suatu pekan yang melelahkan. Namun dibalik rasa lelah itu ada berkah, blessing, yang menggelembung dalam dada ini, bisa dibilang rasa puas, tapi boleh juga dibilang kebanggaan. Blessing itu dikarenakan saya mengakhiri status mahasiswa dengan imprint yang membanggakan.
Pertama profil saya diulas dalam jurnal wisuda, orang tidak tahu dibalik proses itu walaupun tanpa seleksi yang ketat, karena penulisnya adalah teman saya sendiri, saya berhasil mengarahkan pembaca untuk aware dengan personal brand saya. Saumi Rizqiyanto as multitalented person. Kedua, walaupun ini sudah usang dan orang sudah muak mendengarnya, saya memenangkan kompetisi iB Blogger Competition yang diselenggarakan Bank Indonesia dan Kompas Cyber Media tanpa saingan yang berarti, ini menjadi catatan tersendiri karena impian saya untuk go public, akhirnya terlaksana, walau gaungnya masih terbatas. Ketiga diakhir status saya sebagai mahasiswa, saya tampil sebagai ketua pelaksana pelatihan jurnalisitk, yang sukses mengadakan pelatihan dengan animo yang cukup baik. Event terorganisir (walau banyak peserta yang terlambat), packaging yang eksklusif membuat pelatihan saya kali ini bebeda. Terakhir, ini menandai suksesi karir saya, nama saya terdaftar sebagai salah satu staff di Pusat Data dan Informasi Fakultas Syariah dan Hukum. Huh… suatu rentetan pencapaian ini bagai roller coaster yang menggelegak dalam dada saya, tapi saya tidak mau berpuas diri apalagi membanggakannya, cukup sebagai catatan harian saja.
[singlepic id=134 w=320 h=240 float=left] Rentetan itulah yang sejatinya membuat saya tired but fun itu. Rasa-rasanya pantas ya kalau kemudian saya mengganjar diri ini dengan jalan-jalan dan berbelanja. Jadi ya sabtu kemarin saya memuaskan diri ini untuk shopping di Bintaro Plaza, tempat favorit saya hangout karena posisinya yang dekat dan saya pikir aman. Apalagi untuk seorang single seperti saya. Favorit Spot saya adalah Number 61, Gramedia, Coffee Toffee, dan BreadTalk. Sebelum Number 61 saya biasanya shopping pakaian di Cahaya, setelah tahu kalau Number 61 bajunya bagus-bagus dan harganya gak bikin kantong bolong akhirnya masuk deh jadi must list visit spot. Di Number 61 saya tadinya mau beli kemeja dan cardigan, hanya saja karena duit saya tidak cukup ya akhirnya cuma beli cardigan. Selanjutnya saya menuju Gramedia, tenpat saya biasanya hunting buku-buku, majalah dan stationery keren. Saya menemukan buku Creative Junkiesnya Yoris Sebastian, Soccernomics dan majalah concepts… saya harus beli buku itu, setidaknya suatu saat kalau hari ini gak jadi beli. Setelah capek pilih-pilih baju dan buku saya mampir ke coffeshop Coffee Toffee, kedai untuk melepas penat dan menikmati Irish coffee… hmm creamy… dan biasanya menjelang pulang saya mampir dulu ke BreadTalk beli roti-roti yang lezat dan menggoda selera. Hmm puasnya… oh iya saya juga beli accessories untuk blackberry saya. Sayangnya, hehehe, saya belum punya pasangan untuk menemani saya jalan. Kalau saja saya punya teman jalan, saya tidak akan dilirik orang-orang iseng yang bergumam dalam hati mereka “kasihan banget yah jalan sendirian”
HARI masih pagi ketika saya bangun dan menyadari bahwa sekarang minggu dan menjadi hari akhir saya untuk menikmati hari santai. Saya lalu ingat janji saya untuk menjadikan minggu ini sebagai hari berbenah. Memori saya berputar menghimpun kenyataan kalau kostan saya sangat tidak tertata, baju-baju saya juga belum sempat saya bersihkan karena dua minggu yang saya habiskan untuk kegiatan yang melelahkan itu. Saya harus segera mencucinya atau mengirimnya ke laundry, terutama jaket poshboy saya.
Berbenah juga berarti kalau saya harus segera menata langkah selanjutnya. Salah juga ya kalau berbenah harus diidentikkan dengan bersih-bersih, bahkan justru yang paling penting adalah penataan diri ini. Setelah menyelesaikan segala sesuatunya saya perlu menata diri lagi. Menata hati, niat dan memfokuskan tujuan. Seperti yang saya singgung diatas, penataan diri ini tidak harus diidentikkan dengan penyusunan resolusi dan rencana yang mendetails, cukup garis besarnya saja.
SO here’s the plan… suksesi karir di Fakultas Syariah dan Hukum memang suatu blessing, tapi sejatinya saya belum puas dengan pencapaian ini, Bersyukur iya tapi saya mendapatkan yang lebih baik lagi. Jadi rencananya adalah saya tetap mencari pekerjaan yang sesuai dengan keinginan saya. Bukan dari besarnya gaji, tapi lebih pada take a job what I like. Mengambil pekerjaan yang saya suka. Karena kesukaan akan berdampak pada hasil kerja yang prima. Setelah itu ya saya akan mengambil intensif course English for ITP TOEFL. Tentunya ini akan memakan banyak biaya, tapi its oke have to take it because one of my dreams is to takes manhattan. Yang lain, aktifitas sidejob saya seperti desain grafis, kepenulisan dan blogging harus terus jalan, saya yakin ketiga bidang itu yang akan membawa nama saya go public nantinya.
Tapi ya seperti lead diatas, ini hanya sekadar angan, yang akan menggerakkan dan mewujudkannya adalah tangan-tangan tuhan, kita bakalan tidak mengerti proses menakjubkan itu. Wish the best but extraordinary is better.
XOXO Saumi Rizqiyanto

