[singlepic id=137 w=320 h=240 float=left] SAYA pernah mengalami rasanya menjadi orang yang penuh dengan rencana. Setiap tahun selalu membuat resolusi, mengevaluasinya setiap semester, dan kemudian meratapinya di akhir tahun karena segudang resolusi itu hanya satu dan dua yang terpenuhi. Hal itu yang kemudian membuat saya menjadi paranoid dan memutuskan untuk membuang semua omong kosong itu dan membiarkan segala sesuatunya berjalan seperti apa adanya. Hasilnya malah diluar dugaan.
Sabtu dan minggu di pekan ini saya memutuskan untuk menjadikannya sebagai “hari untuk bersenang-senang sekaligus berbenah” setelah dua minggu berturut-turut disibukkan dengan kegiatan prosesi wisuda dan rangkaian kegiatan pelatihan mahasiswa tingkat fakultas. Sungguh suatu pekan yang melelahkan. Namun dibalik rasa lelah itu ada berkah, blessing, yang menggelembung dalam dada ini, bisa dibilang rasa puas, tapi boleh juga dibilang kebanggaan. Blessing itu dikarenakan saya mengakhiri status mahasiswa dengan imprint yang membanggakan.

