Catatan Harian

“I’ll TAKES MANHATTAN”

[singlepic id=115 w=320 h=240 float=left]PADA salah satu episode Gossip Girl di Season 2, Serena Van Der Woodsen, sebagai the it girl di serial itu, mengatakan “I’ll takes manhattan” sebuah ungkapan keberanian dari Serena untuk mengeluarkan sesuatu dalam dirinya yang selama ini disembunyikan. Dalam serial yang laris di pasaran Amerika Serikat itu, Serena memang berperan sebagai tokoh sentral yang biasanya menjadi awal sebuah season sekaligus akhir dari season gossip girl itu sendiri, selalu menyembunyikan rahasia-rahasia besar, terlibat perbuatan criminal, tapi memiliki potensi luar biasa yang menjadikannya sebagai socialite kelas atas east upper side, New York.

Sebagai siswi sekolah preparatory Constance yang elit di new York, Serena bisa dengan mudah bergaul dengan model-model kelas atas New York, Masuk Universitas Yale dengan mudah, bahkan langsung diterima di NYU lebih cepat dibanding teman-teman lainnya. Namun Serena selalu menyembunyikan potensi dirinya hanya untuk ketentraman orang-orang disekitarnya. Nah pada suatu saat, ketika keinginannya sudah tidak bisa dibendung dan satu-satunya sahabat yang dimiliknya tidak mengerti keinginannya, dengan gampang ia mengatakan bahwa dia akan merambah Manhattan, dan langsung dibuktikan dengan menjadi model fashion. Pakaian yang dipakainya langsung menjadi penutup fashion show yang sekaligus jadi favorit para desainer2 kelas atas dunia.

Dalam beberapa hari belakangan ini, saya memang lagi kecanduan untuk menonton serial Gossip Girl, sebuah serial yang gambaran kehidupannya seperti yang selama ini saya inginkan. Cosmopolite, Glamorous, modern, open minded society, and respect each others. Nah dalam serial itu ada beberapa karakter yang unik dan menjadi bahan pilihan bagi saya, ada Blair Waldorf, gadis cantik, kaya, manja, queen bee dan selalu penuh intrik untuk mendapatkan keinginannya. Ada Chuck, boy billionaire yang suka pesta dengan virgin girl di limousine! Ada Nate, Prince Charming yang menginginkan gadis baik-baik dan pengertian, ada Daniel, the outsider yang sukses masuk ke club dan mendestruksi intrik-intrik the club, dan ada Jenny, talented girl, adik Daniel yang harus menyesuaikan diri antara tatanan keluarga dan perannya sebagai the next queen bee. Serta tak lupa Serena van Der Woodsen yang karakternya sudah kita bahas diatas. Tentunya semua karakter-karakter diatas memiliki sisi baik dan sisi jahat yang relative ada pada semua orang.

Nah diantara karakter-karakter tersebut, kalau saya harus memilih, untuk saat ini saya memiliki kemiripan dengan Serena Van Der Woodsen. Pribadi yang ceria, mudah bergaul dengan semua orang, namun punya banyak rahasia besar, yang kalau itu dilepaskan akan malah membuatnya menjulang dan menjadi bahan perhatian banyak orang.

Beberapa pertimbangan yang membuat saya berpikir kalau saya mirip dengan Serena Van Der Woodsen adalah

  1. Saya dan Serena Van Der Woodsen sama-sama dibesarkan oleh seorang working mom, Single Parents yang berjuang untuk membesarkan anak-anaknya.
  2. Saya dan Serena sama-sama memiliki rahasia besar ketika bersekolah di dormitory school! Rahasia besar yang akan mengubah masa depan kami masing-masing.

Namun tentu juga kita masing-masing memiliki perbedaan,

  1. Serena hidup ditengah-tengah masyarakat yang terbuka pemikirannya sedangkan saya hidup ditengah masyarakat yang masih tertutup, masih diliputi oleh norma dan moral keagamaan serta tradisi leluhur yang berujung pada penghakiman.
  2. Dengan keterbukaannya, Serena mudah mendapatkan keinginannya, sedangkan saya dengan ketertutupannya sangat sulit menginginkan apa yang saya mau.

Di hari-hari terakhir saya sebagai mahasiswa saya terkadang berpikir untuk lebih berani seperti Serena, untuk lebih membuka diri sebagai saya apa adanya, untuk tidak berpura-pura kepada dunia luar tanpa mengumbar rahasia saya ke public (remember, Saumi doesn’t share). Saya hanya membagi rahasia saya kepada orang-orang tertentu.

Mungkin dengan keterbukaan itu, akan membuat saya lebih berani mengambil setiap kesempatan tentu disertai dengan resikonya. Saya akan lebih banyak berkenalan dengan orang-orang baru, memahami hal-hal baru tanpa mengenal batas-batas konvensional. Itu semua akan saya lakukan tentu dengan satu tujuan untuk meraih semua yang saya inginkan, termasuk meraih manhattan. Termasuk memahami kuasa Tuhan…

About the author

saumiere

Leave a Comment