Catatan Harian

TOAST FOR CHANGE

[singlepic id=52 w=320 h=240 float=left]Akhir minggu ini menjadi sesuatu yang penting bagi saya. Akhirnya keberanian itu datang juga, menjawab semua keraguan dan kesempitan berpikir, serta mengandaskan ketakutan-ketakutan dalam hidup. Akhirnya Dy, saya berani mengajukan purpose to resign, pengunduran dari pekerjaan yang sangat menyiksa dan mengebiri potensi saya. Memang keputusan yang berat, sekaligus berani ditengah hidup yang penuh ketidakpastian.

“kondisinya udah gak sehat” ujarku menjawab pertanyaan seorang rekan kerja yang bertanya “kenapa mundur?”. Dan memang situasi dan kondisi yang ada di CIRTIE udah gak sehat. Dalam studi kelayakan bisnis, Yayasan ini belum mampu membukukan total pendapatan yang setara dengan modal awal. Pengeluaran perbulan lebih besar dibanding pendapatan. Jadi kalau diteruskan ya… berat aja, pasti Fee saya gak pernah naik dan sepertinya memang gak akan pernah naik.

Terus juga ada kondisi yang mengharuskan saya menuruti asas “pokoknya harus begini, gak ada tapi-tapian” waduh… kalau kondisinya begini udah gak bener nih. Tanpa bermaksud untuk menyudutkan seseorang. Kalau egoism sudah begitu tinggi, apalagi dengan lantang menyatakan “saya sudah begini dan kamu belum ada apa-apanya” secara psikologis kalau diteruskan saya bakalan stress sendiri. Saya tahu kapasitas saya sebagai pekerja, tapi kalau suatu keputusan yang berkaitan dengan area kerja saya tapi suara saya tidak didengar! Itu pengebirian namanya. Dan saya terus terang tidak suka. Kesannya saya hanya tukang kerja yang harus menuruti ini dan itu tanpa harus berpikir. Ya buruh kasar sih gak papa, tapi saya kan menjual ketrampilan dan kompetensi saya. Jadi harusnya perlakuannya beda donk. Malah logikanya bisa jadi begini, mending jadi tukang beling, sehari bisa dapet 200ribu, dibanding kerja di CIRTIE yang gak bebas dengan gaji sangat minim.

Jadi itulah sederetan reason yang mendasari saya untuk mengajukan purpose to resign. Sesuatu yang membuat saya akhirnya bisa berpikir bebas dan terbang kemanapun saya suka.

Malamnya saya merayakan sesuatu yang belum pernah saya lakukan. Atas nama keberanian dalam tindakan. Saya merayakan toast of change, perubahan atas hidup ini. Mengenai what next… itu nanti, masih butuh banyak pertimbangan.

About the author

saumiere

Leave a Comment