Catatan Harian

MEASURE OF DIGNITY

The ultimate measure for a man is when he standing up in the challenge and not when he in comfort and convenience. _Thomas Jefferson_

Akhir bulan dan minggu ini keadaan saya memburuk, diakibatkan oleh sikap Boss saya yang super culas, sok pintar padahal bego dan tidak tahu apa-apa itu! Saya yakin dia menang dan mencapai posisi atas hanya karena jaringan, bukan karena potensi sesungguhnya yang dia miliki! Dan yang lebih mengesalkan adalah sikap dia yang paling tahu semuanya!

Suatu ketika saya ditanya kolega saya “apa kamu betah kerja di tempat seperti itu?” Saya hanya menjawab kalo betah sih enggak, tapi ada satu tujuan yang lebih penting dari pada itu!

Yang nggak habis pikir adalah kelakukan orang-orang disana yang seakan “ya udah lah terima aja, Bos emang begitu, paling besok lupa” kata partner kerja saya, jawab saya adalah, “iya berarti kalau kita membiarkan ‘kelupaannya’ berarti membiarkan ia menyiksa kita!, enak aja ngomelin orang mending kalau bayarannya sesuai, lha ini udah bayarannya sedikit, tmbah ngomel pula! Saya pernah bekerja dengan tipe orang seperti ini, dan saya tidak pernah tahan dengan tipe orang seperti ini, saya tinggalkan, dan akhirnya sekarang bisnisnya gak tahu kemana!

Lalu pertanyannya, kenapa mereka semua bertahan… apa karena uang, gengsi dan segala kenyamanan yang dimiliki sehingga membuat mereka bersikap taklid dan tidak mau saling menasehati! Banyak yang bilang “enggak” tapi saya yakin iya! Karena pada sesungguhnya semua membutuhkan uang untuk hidup. Saya sendiripun, tadinya ya… tapi saya sadar bahwa ada tujuan lain yang lebih tinggi dari pada uang itu sendiri. Pencapaian derajat keilmuan, kapastias intelektual, dan iman adalah tujuan akhir saya! Itulah ukuran harga diri saya yang sesungguhnya. Bukan karena diukur berdasarkan uang!

Lama-lama akhirnya saya berpikir juga, mendingan saya resign aja! Toh saya masih mahasiswa, saya masih bisa part time di tempat kerja yang lain! Itu yang selama ini saya pikirkan, walau kemudian Ada partner kerja yang lain yang menyarankan saya untuk tidak resign karena, tida ingin ada crush disana! “nanti kamu juga yang kesulitan mi, bos kan punya kuasa di semua jaringan fakultas dan lini perbankan syariah, nanti kamu susah lulus dan dapet referensi untuk kerja” Walau saya membantahnya “emang saya mau kerja di bidang perbankan syariah” tapi kemudian saya dapet inspirasi dari siaran televisi “work hard play hard” di O Channel, Yoris Sebastian, salah satu panutan saya di bidang kreatif, yang jadi profile malam itu, mengajarkan saya akan pentingnya win win situation, jadi pas Shalat Jumat kemarin saya memutuskan untuk bertahan di pekerjaan itu tapi sifatnya freelance! Boleh dibayar sedikit tapi dengan porsi waktu yang sedikit juga! Kalau tawaran itu tidak di approve ya udah saya resign! Toh pada intinya, harga diri saya tidak diukur dengan uang!

Baru-baru ini saya juga ditantang untuk menunjukkan dimana letak dignity saya. Saat di mailing list yang saya ikuti, tiba-tiba diributkan dengan pendatang baru yang langsung memojokkan saya berdasarkan kelemahan saya! Mengatakan bahwa Saomi dalam kamus City Garden Generation adalah berkelamin perempuan! Jelas saya langsung senewen berat, apa maksud orang ini, di email yang sebelumnya saya hanya mengatakan bahwa tolong yang pake nama golongan atau apapun di persilakan menggunakan nama yang benar! Jadi biar kita tahu teman-teman kita yang udah gabung disini siapa aja! Eh dia malah marah dan membalasnya dengan ejekan-ejekan yang gak berkelas dan hanya mengorek luka lama! Saya pikir di angkatan kita sudah terjadi rekonsiliasi dengan baik, semuanya sudah memaafkan apa yang terjadi pada masa lalu dan menatap masa depan dengan persaudaraan yang baik, adapun perbedaan cara pandang adalah suatu hal wajar! Dan bukan berarti untuk mematahkan argument seseorang menggunakan cara-cara yang tidak etis! Boleh memojokkan tapi tidak SARA, apalagi pake bawa kelamin segala! Saya jadi berpikir apa dalam pikiran city garden generation itu yang dipikirkan hanya kelamin saja!

Tapi kemudian ya udahlah lebih baik saya memfokuskan pada strength yang saya miliki daripada mengurusi ejekan-ejekan orang! Dan sebaliknya, saya hanya tinggal berpikir positif saja! Mungkin saya lagi diuji! Sepeti yang dikatakan oleh Thomas Jefferson, Ukuran tertinggi seseorang adalah ketika dia berdiri dan bertahan dalam sebuah tantangan! So check it out guys!

Warm Regards

Saumiere

About the author

saumiere

Leave a Comment