[singlepic id=41 w=320 h=240 float=left]Dalam hidup, sepertinya memang orang harus memiliki something to believe in! artinya sesuatu yang harus dipercaya dan kemudian di fight mati-matian demi mempertahankan apa yang dipercayainya. Hal itulah yang terus saya lakukan demi mempertahankan apa yang saya percayai. Suatu hal yang membuat saya percaya adalah ‘setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing’ so saya selalu punya prinsip ‘lebih baik saya mengembangkan kelebihan dan potensi yang saya miliki dibanding saya terus menerus pusing dan tiada henti memikirkan kekurangan saya. Ingat ‘successful people don’t try too hard to improve what they are BAD at, they capitalize on what they are GOOD at’ jadi ketika beberapa hari belakangan ada orang-orang yang mencoba men-underestimate saya berdasarkan kelemahan saya [sikap feminine dan tubuh super kurus] saya hanya bisa diam sembari berjanji dalam hati bahwa saya akan membuktikan kekurangan saya bukan suatu hal yang menghalangi saya untuk menciptakan sesuatu yang berarti di dunia ini.
Tapi proses pembuktian diri itu ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Butuh perjuangan ekstra keras dari diri seorang saumi untuk membuktikan pada dunia bahwa ‘walaupun saya mendok, saya tetap memiliki nilai’. Dan dalam proses perjuangan itulah saya terus meredefinisi diri saya. Terus mencipta dan bersuara kepada dunia mengenai imaji sesungguhnya dari seorang saumi. Dalam mengenalkan keunikan dalam diri saya, saya belajar dari banyak tokoh di dunia ini yang mengajarkan pentingnya sebuah perbedaan! Saya belajar banyak kepada Margaret Thatcher dan Ronald Reagan yang memberikan kontras kapiltalisme ketika dunia seakan ditarik gerbong menuju komunisme pada akhir abad 19! Saya juga belajar banyak kepada Abraham Lincoln yang memberikan pencerahan pada ide persamaan hak antar ras di Amerika! Pada John Maynard Keynes mengenai pentingnya subsidi pada rakyat! Martin Luther King atas perjuangan anti diskriminasi, Mahatma Gandhi mengenai perjuangan anti kekerasan, Muhammad Yunus atas pembelaan perbankan pada rakyat miskin, Lady Diana seorang putri yang menjadi princess di hati jutaan masyarakat dunia, dan lain sebagainya.
Pada suatu titik saya mengawali proses pembedaan saya dengan yang lain, teman-teman terdekat saya menyebutnya sensasi atau kontroversi, dengan membuat perbedaan cara, metode atau titik pandang! Hal ini membuat saya terkadang terlihat sebagai orang yang selalu kontra terhadap masalah! Sebagai contoh… pada suatu waktu, ketika sebagian besar orang cemas akan kelangsungan gaya hidup mahasiswa kritis saya secara lantang membela komunitas mahasiswa kreatif yang sering dibilang hedonis! Ketika orang dengan panas dan geram dengan aksi biadab Israel dan menyuarakan peperangan, saya dengan konsisten menyuarakan adanya aksi solidaritas dialogis! Itulah yang sering saya lakukan, membuat kontras! Atau yang paling riil… ketika imaji sukses sebagian besar orang-orang duduk di kantor mengadap computer [saya sering menyebutya sukses gaya kaku] saya cenderung memperlihatkan sukses gaya kasual. Ketika yang lain menyelenggarakan amal dengan cara-cara konvensional seperti menyodorkan kardus di jalan-jalan saya mengadakan pameran fotografi atau lelang buku seorang penulis kenamaan!
Madonna, Britney Spears, Lindsay Lohan, Agnes Monica, atau Agni Pratista, sering menyebut tindakan saya dengan istilah the opposite… atau oposisi dalam suatu mainstream. Tindakan inilah yang sering memicu kontroversi dan kemudian memunculkan stigma dan pandangan yang buruk pada diri saya… padahal sesungguhnya, saya ingin menunjukkan alternative lain! Tidak mengherankan kan kalau kemudian ketika dalam suatu debate orang-orang mengatakan sama saya kalau saya harus melihat dari sisi yang lain. Padahal omongan mereka justru yang keliru… ketika semua orang berpendapat sama dan saya berpendapat beda, seharusnya saya yang mengatakan pada mereka ‘coba lihat dari sisi yang lain’. Hufh… cape juga ya ternyata meyakinkan orang lain!
Metode itu terus saya lakukan, hingga sekarang walau kemudian saya sering mengalami kegagalan yang membuat orang-orang masih melihat kelemahan saya, dan kemudian mentertawakan saya. Justru ‘keunikan ide’ dan kemudian gagasan oposisi saya malah semakin membuat orang-orang meng underestimate saya… tapi whateverlah… yang penting stand up for something I’ve believed! Yang penting sekarang adalah stay focus, to be continue for the opposite. Tetap menjalankan apa yang saya yakini dan berusaha membuktikan bahwa sesuatu yang saya percayai itu benar adanya! Hingga kemudian orang-orang menjadi deal dengan pemikiran saya!.
Ciao
Saumiere

