Movie Reviews

SISTERHOOD MINUTES

[singlepic id=40 w=320 h=240 float=left]Jadi begini, ada film favorit yang selama ini saya cari-cari dan mungkin sudah saya tunggu, yaitu film sisterhood and the traveling pants dan sequel-nya. film perdananya saya temukan di tempat persewaan cd di hometown saya di linggapura waktu Liburan Natal kemarin, sequelnya baru saja saya tonton malam ini. [daftar film lain yang ingin saya koleksi adalah the notebook; dibintangi oleh Ryan Gosling serta Rachel McAdams]. Bukan jalan ceritanya yang mengharu biru nan inspiring yang ingin saya ceritakan disini. Melainkan value serta hal-hal apa saja yang membuat saya terinspirasi. Dilihat dari judulnya sih memang tentang persaudaraan! Dan memang seperti itu intinya. Ada 4 cewek cakep dalam pencarian makna hidup yang dalam pencarian inti dari persahabatan itu, mereka disatukan oleh sebuah celana jeans yang secara majic mampu ngepas sama mereka semua. Keempat cewek ini, diperankan secara apik oleh Alexis Bredel, America Verera, Amber Tamblin dan Blake Lively (pemeran Serena Van Der Woodson dalam serial GossipGirl) selalu mengabiskan musim panas mereka dengan menemukan hal-hal baru, termasuk masalah-masalah baru yang pada akhirnya, celana jeans yang melambangkan persahabatan diantara mereka, menyatukan mereka dan menyadarkan pada diri mereka, bahwa persahabatan pada intinya mampu menyelesaikan problem diantara mereka semua! Truly inspiring dan gue rekomendasikan sama semua teman-teman gue untuk menontonnya.

Nah belakangan ini bayang-bayang sisterhood menyapa dalam kehidupan gue! Enggak hanya sisterhood sih, brotherhood juga ada, walau itu tidak terlalu mendominasi! Jadi minggu ini salah satu rekan kerja saya, Ibu Siti Najma [alumnus UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta] memberitahu saya bahwa dia akan kedatangan tamu dari Tuban yang merupakan alumnus Madrasah Muallimat Muhammadiyah Jogjakarta. Wah saya seneng banget, apalagi ketika akhirnya kami bertemu dan ya ‘klik’ aja. Mungkin perasaaan ‘saudara’ lebih mengemuka dibanding senior-yunior kali ya. Kami ngobrol ngalor-ngidul, cerita tentang Muallimat pada zamannya dia [dia alumnus tahun 2000, satu tahun pas waktu angkatan kita baru masuk muin-muat], muallimin pada saat sekarang. Harapan-harapan kedepan dan tentunya info-info terkini. Oh ya gue belum ngenalin dia, namanya mbak Yanti. Dia akan tinggal di Jakarta sampai dengan tanggal 26, kemarin-kemarin dia udah ke Bandung, ketemu ama teman-teman Muallimat seangkatannya. Karena masa tenggangnya lama, saya jadi kepikir untuk mengadakan lagi reuni kecil antar anak-anak muallimin-muallimat seangkatan gue dan angkatan-angkatan lain yang terjangkau. Bukan karena ‘kayak gak ada kerjaan lain aja’ tetapi lebih ya, seperti film itu, ada rasa persaudaraan yang harus terus dipupuk sebelum akhirnya nanti kita beranjak dengan kehidupan masing-masing. Jadi gue mendesak mbak Yanti untuk memberikan nama-nama seangkatan maupun yang dia kenal, untuk gue list dan mengkoneksikan mereka semua dalam jaringan alumni Muallimin Muallimat! Ya itu sejumput mimpi yang lahir dari adanya persaudaraan diantara kita, muallimin-muallimat! Yang lain… tentu saja adalah kebahagiaan tentunya. Karena Mbak Yanti ini suka masak, jadi kalau sudah malam dan kantor hampir tutup, [sekitar jam 7 malam] kita semua [para tim kreatif di CIRTIE] naik ke rooftop, bangunan paling atas lt 4, dan masak-masak, apa aja, suatu hal yang belum pernah dilakukan disini, dan berkat Mbak Yanti kita bisa makan-makan seperti kekeluargaan itu. Setelah itu udah deh kita makan makan sembari menikmati udara malam Jakarta ditemani lampu-lampu berkerlap-kerlip [terutama dari kampus saya yang walau jauh tetapi tetap memesona]

Jadi ada rasa bahagia–haru karena bangga–bahwa ketika persaudaraan kemudian mampu mengikat kita semua dan meneguhkan kembali akan adanya ikatan yang pernah menjadi bagian dari hidup kita yang lama, yang semoga masih akan terus terjaga selama kita mampu menjaganya. Ikatan itu adalah persaudaraan muallimin-muallimat.

About the author

saumiere

Leave a Comment