[singlepic id=13 w=320 h=240 float=left]Buat apa menangisi segala pilihan buruk yang telah dibuat dimasa lalu, toh hidup tetap berjalan walau menangis semalam suntuk. Meratapi pilihan bodoh akan nilai-nilai yang ideal padahal sesungguhnya nilai-nilai yang lebih mencerminkan diri ini apa adanya juga tidak terlalu buruk. Walaupun demikian, jikalau diri ini sudah tidak kuat menahan semuanya, daripada terus menyalahkan keadaan dan orang-orang sekitar, menangis merupakan penyembuhan, mencerahkan dan meneguhkan!
Saya tahu, mungkin di banyak benak orang saat ini adalah bahagia menyambut tahun baru, menyusun sederet resolusi dengan segenap pengarapan terbaik. Penuh dengan optimism dan happiness. Tapi apa yang terjadi pada diri ini adalah paradoksi dari semuanya. Padahal saya sudah berangan-angan menyusun Milestone 2010, butir-butir resolusi tahun ini, tapi apa daya, keadaan memaksa saya untuk luruh dalam kesedihan dan membuyarkan segala angan itu.

