Catatan Harian

MEREDAM KEPANIKAN BESAR

[singlepic id=11 w=320 h=240 float=left]Sejenak gue merasa teralihkan dari rasa keputusasaaan yang melanda diri ini. Semenjak adanya stagnasi karir dan melihat orang-orang melesat pergi meninggalkan ku jauh disini, aku memang tenggelam dalam rasa minder dan terus-menerus menyuarakan kepanikan kepada lingkungan sekitar, hingga tidak melihat kesempatan lain yang sesungguhnya dikirimkan tuhan kepada kita agar kita mampu meraih tujuan besar yang kita inginkan.

Proses pengalihan itu sendiri sesungguhnya berjalan secara natural, dalam artian tidak pernah direncanakan dan datang dengan sendirinya. Saat malam datang yang gue lakukan hanya terus menerus menyimpan kepanikan, kegalauan dan keputusasaan dalam mimpi. Saat siang ya terus bekerja, keluar rumah sembari terus berpikir bagaimana caranya diri ini keluar dari keruwetan. Dan bagai gayung bersambut upaya-upaya itu ternyata menghasilkan “sesuatu” yang pada intinya proses healing itu sendiri.

Kesibukan hari kerja, dan kepenatan kuliah serta keceriaan sesame teman baik di ruang kerja maupun kuliah membuatku melupakan sejenak. Tapi juga bukan berarti gue melupakan segalanya begitu saja tanpa mengingat rencana gue! Gue mulai berpikir “oke mungkin tahun ini gue gak go public, gak go abroad, tapi harus ada satu lompatan yang akan menjadi jembatan gue kedepan. Tapi yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana saya bisa memperoleh lompatan agar menjembatani gue go public dan go abroad?

About the author

saumiere

Leave a Comment