[singlepic id=23 w=320 h=240 float=left]Walaupun saat ini saya merasa bahwa apa yang saya rencanakan sedang berjalan dan bahwa saya juga sedang bergerak ke arah pembuktian diri itu, namun tetap saja ada rasa yang mengganjal dalam hati, yang membuat diri ini terus menerus bertanya kapan pembuktian diri ini muncul mengingat target saya bukan hanya kepada masa lalu saya tapi juga pembuktian diri untuk saat ini dan masa depan!
Perasaan itu terus muncul seperti siang ini saat saya sedang asyik berselancar ke dunia maya dan tiba-tiba saya seperti menemukan serpihan serpihan masa lalu saya; Mualimin, ya selalu saja nama itu melekat dalam memori ini dan lekat dalam masa lalu saya yang indah tapi juga… kelam. Ada tulisan yang seorang adik kelas yang membuat diri ini kembali berpikir; Rayhan (nama adik kelas saya) sepertinya telah menemui aktuliasasinya! Ada rasa iri ketika membaca dia telah berafiliasi dengan berbagai macam organisasi yang membuat diri ini menginginkan hal yang demikian itu! terus ada juga tulisan kakak kelas saya Ridwan Furqoni yang sekarang sudah menjadi petinggi di Persyarikatan Muhammadiyah! Ada tulisan Firdaus Hanif yang saya gak tahu dia sudah menjadi apa sekarang! Ridho Alhamdi dan banyak lagi semuanya yang membuat desakan dan tuntutan untuk pembuktian diri ini secepatnya.
Ada dua dunia yang sebenarnya menjadi background atau at least yang menjadi warna dalam kehidupanku saat ini: yang pertama saya berangkat dari kehidupan akademis idealis yang saat itu sepertinya hanya mengenal satu dunia. Sehingga tidak heran kemampuan yang kemudian muncul adalah tulis menulis, yang sempat berkali-kali mendapat pujian dari berbagai pihak dan menemui aktualisasi-nya menjadi jurnalis di media remaja! Yang kedua adalah dunia kreatif yang saat ini sedang saya jalani yang juga mendapat apresiasi dan menemui aktualisasinya menjadi designer grafis pada Public Relation Campus!
Tapi entah kenapa diary, mungkin ini yang sering disebut sebagai sifat manusia yang selalu merasa tidak pernah puas atas hasil yang telah diperoleh! Diri ini kembali berpikir bahwa apa yang telah saya peroleh pada masa lalu dan saat ini cakupannya sangat kecill dan berdimensi lokal, tidak nasional! Saya ingin diary, tulisan saya muncul di Kompas, di Suara Muhammadiyah! Di Suara Muhammadiyah memungkinkan saya membuktikan kepada masa lalu bahwa saya bisa. Pun di Kompas saya bisa membuktikan kepada masa lalu maupun saat ini bahwa saya ada dan tetap leap ahead! Tidak cukup sampai disitu diary, kehidupan saya saat ini memungkinkan sekali bagi saya untuk membuat novel, untuk membuat buku atau karya apapun yang bisa membuktikan diri ini saya bisa!
Dua hal diatas setidaknya mempresentasikan keinginan-keinginan saya sekaligus mencerminkan kecemasan saya mengenai masa depan dan juga kaitannya dengan memposisikan diri ini dalam barisan orang-orang yang saya kenal dan orang-orang yang tak dikenal. Jangan sampai saumi yang dulu dikenal sebagai Jurnalis handal dari muallimin, tiba-tiba disalip oleh adik kelas, atau malah dikalahkan popularitasnya oleh orang yang sedikitpun tidak pernah membawa nama harum Muallimin di dunia kepenulisan! Sudah dua tahun lebih saya vakum dari dunia kepenulisan akademis idealis! Memang saya saaat ini hanya berkutat pada karya seni sastra. Kondisi itu sangat membuatku rindu untuk membuat karya akademis idealis, tidak melulu berkaitan dengan dunia populer!
Mungkin ini saatnya untuk berpikir jangan menyerah! Saya ingin kembali menulis, ingin comeback dalam ranah akademis idealis! Dengan tidak melupakan ranah populer sosialista. Tahun ini harus jadi tahunku, tahun go back, go public, go abroad, yang nantinya menjadi bagian dari self improvement!

