Catatan Harian

Morphosis

Saya tahu, minggu-minggu ini, kehidupan saya sepertinya tidak lagi berjalan dengan baik! Dan penyebab utamanya adalah, tentu saja masalah uang! Masalah klasik yang sepertinya selalu menghampiri diri ini, dan membuat diri ini menjadi rapuh! Saya sendiri juga tidak bisa menjelaskan, kenapa tanpa uang, kehidupan sepertinya suram! Kepala menjadi pusing dan tidak lagi bisa berpikir jernih! Pada titik ini saya selalu menanyakan kenapa harus ada uang, sekaligus bertanya-tanya kepada orang-orang terdekat “kenapa sih kita butuh sekali sama uang sedangkan sama Tuhan aja, tidak seperti itu” jawaban yang tepat dan singkatpun terdengar “ya gak muna sih, kita memang butuh banget sama uang, emang kita hidup pake apa”


Tidak akan ada asap kalau tidak ada api! Begitulah kiranya yang menjelaskan kenapa tiba-tiba aku menuliskan sesuatu tentang uang, saumi yang biasanya mengulas tentang “kehidupan ideal” tiba-tiba saja mengulas tentang uang, apakah ia kini sedang diambang kebangkrutan, padahal dulu dengan bangganya saya mengukir cita-cita setinggi awan! Seakan tidak pernah sedikitpun terlintas dalam benak saya, bagaimana jikalau saya tidak punya uang, akankah mimpi-mimpi indah itu terus berlanjut! Jawabannya ya, saat ini saya sedang dalam krisis keuangan, yang terus terang hal ini menyebabkan efek domino, kepercayaan diri yang rendah serta munculnya performa yang buruk! Tiba-tiba aku menjadi pemalu dan tidak mampu tampil dengan baik di depan banyak orang!

Padahal dulu, terhitung semenjak oktober 2007! Aku begitu percaya diri dan mampu menghalau semua tantangan! Dengan uang aku bisa berbuat apa saja! Melakukan segala sesuatu yang aku suka, beli ini, beli itu, makan ini, makan itu, atau sekedar beramal dan membantu banyak orang! Namun belum satu tahun berlalu, kemakmuran itu sepertinya hendak pergi! Dan aku tidak tahu harus berbuat apa!

Dan suatu hari aku bangun dan menyadari kalau aku telah melakukan suatu kesalahan, aku khilaf bahwa suatu hari bisa saja aku terbangun dengan tanpa uang sedikitpun dan aku belum memikirkan, bagaimana episode kehidupanku berlanjut! Mungkin bisa jadi aku akan putus kuliah, aku akan kembali ke kampung halaman, menjadi pedagang! And say good bye Jakarta!

“kamu tahu gak Mi, mama di sini lagi mikirin kamu, siapa tahu dengan ndengerin kamu, sakit mama bisa sembuh”

Begitulah ucapan ibuku di telephone dengan nada tangisan dan membuat diri ini kembali bergemuruh. Menyesal bahwa aku tidak pernah sedikitpun memikirkan hal ini, terlintas tentang ibuku yang sakit, atau berjuang sendirian membesarkan kedua anaknya, bisa saja Tuhan dengan Kehendak_Nya menjemput ibuku besok pagi atau detik ini! Dan aku tidak pernah memikirkan hal itu! Padahal kehidupanku saat ini sangat bergantung kepadanya!

Jadi siang ini saat-saat melankolis, sepi dan menyendiri, aku membulatkan tekad, bahwa aku akan lebih berhati-hati dalam menjalankan kehidupanku saat ini! Apa yang kulakukan saat ini mungkin bisa menjadi dampak pada keesokan harinya! Mungkin sudah saatnya aku berpikir tentang mimpi buruk, bahkan pada saat hari cerah sekalipun. Karena perubahan bisa terjadi kapan saja, tinggal bagaimana saya menyiapkannya sebaik mungkin, agar mimpi buruk itu tidak menelan kehidupanku! Karena keberanian bukanlah tiadanya rasa takut, melainkan memikirkan ada hal yang lebih penting dibanding rasa takut itu, berhati-hati tidaklah salah!

Life Goes On and Make Me Strong

Saumiere

About the author

saumiere