Catatan Harian

On the Move

[singlepic id=22 w=320 h=240 float=left]Sepertinya tahun ini akan kembali menjadi tahunku! Setelah tahun kemarin aku berhasil memaksimalkan potensi dan memamerkan perolehan yang telah kucapai, tahun ini mau tidak mau aku harus kembali membuat sensasi! Setidaknya setelah berhasil membeli kamera digital sony cybershoot S730. Tahun lalu aku menggrebak dengan kemampuan design, tahun ini aku akan muncul dengan talenta fotografi! Akankah gebrakan ini mampu menembus blantika talenta dunia! We will wait and see!

Keputusan aku untuk merambah dunia fotografi sebenarnya merupakan rencana jangka panjang pengembangan potensi diri! Tetapi juga sebetulnya keinginan ini adalah murni instingtif belaka, seakan ada tangan gaib yang menuntun diriku untuk terjun ke dunia fotografi! Sekali lagi akan seperti apa kedepannya, setelah komputer, pekerjaan dan camera digital disertai kemampuan design dan fotografi dalam genggamanku! Aku belum bisa membayangkan!

Beberapa hari belakangan saya sering membuka catatan-catatan harian lama saya yang saya tulis semasa High School dan ternyata efeknya begitu besar! Saat membacanya, keharuan kembali menyeruak dalam ruang kalbu. Kenangan-kenangan pahit seakan kembali bergulir, mengingatkan diri ini bahwa ada suatu masa dimana diri ini pernah menjadi begitu hina dina seakan tidak berharga sama sekali. Dijauhkan bahkan dimusuhi dan tidak dikehendaki keberadaannya! Saat itu saya mencatat bahwa ya bisa jadi itu adalah masa the darkness, saat kegelapan, di mana tak ada satupun manusia di dunia ini yang mengakui eksistensi diri ini.

Saya masih ingat bagaimana sakitnya hati ini tatkala orang memanggil saya perek, pelacur, pecun. Bagaimana saya dilempari tulang belulang, dilempar batu! Padahal belum jelas kesalahan apa yang saya perbuat! Tinta itu masih belum mengering untuk mengenang bagaimana diri ini dipersidangkan dibeberkan semua aibnya dua kali berturut-turut, dunia masih mengenangnya sebagai peristiwa malam kamis dan darul arqom yang hitam! Aku tidak sanggup diary sebenarnya untuk kembali mengingat itu semua! Tapi aku tidak boleh melupakannya! Ada dua hal yang tidak boleh aku lupakan, budi baik dan siapa yang membuka aib! Itu salah satu prinsipku diary!

Lantas apa kaitannya! Jelas ada kaitannya, benang merah atas dua cerita itu adalah pembuktian diri! Bahwa diri ini sedang dalam proses untuk membuktian kepada masa lalu saya yang kelam bahwa saya bisa, saya tidak bersalah pada saat saya berusaha menjadi diri sendiri! Pun dengan saat ini, saat saya sedang berusaha mempertahankan identitas dan jati diri unik saya dari terpaan sindiran, cap jelek dan bahkan cemoohan dari berbagai pihak, moment ini dirasa sangat pas! Usaha untuk membuktikan kepada masa lalu, saat ini dan masa depan begitu menantang tapi sekaligus mengasyikkan. Pencapaian-pencapaian yang saat ini saya peroleh membuktikan bahwa saat ini saya sedang bergerak menuju arah pembuktian diri itu!

Didetik-detik akhir memori saya, saya masih bisa mengingat, dibalik kelamnya masa lalu, bagaimana saya berhasil membuktikan diri ini dihadapan orang-orang beradab bahwa saya bisa, masih terdengar dengan jelas pujian-pujian yang datang mengalir kepada diri ini, penghargaan-penghargaan dsb. Akankah jalan pembuktian ini menuju suksesinya! Mengingat proses itu sudah setengah jalan sekarang! Saya memimpikan pujian-pujian itu diary! Saumi on the Move!

About the author

saumiere

Leave a Comment