Catatan Harian

Model Pertumbuhan Letter U


Akhir-akhir ini saya memang seperti orang yang sedang berjalan tanpa arah. Rutinitas yang dijalani hanya sekedar kegiatan mengisi hari yang tanpa makna. Saya sadar sih, tapi terkadang saya susah sekali menemukan tombol “pause”. Ingin sekali mengubah haluan secepat mungkin tapi juga terlalu takut jika mengubah haluan itu merusak tatanan yang selama ini ada. Intinya, saya ingin tatanan ini tetap berjalan dengan baik namun dengan akselerasi yang tepat dan dinamis.

Sempat terbersit keinginan untuk meninggalkan lingkungan kerja yang lama, mengingat kondisinya belum kondusif, insentif nya relative kecil. Keduanya tidak mendukung program akselerasi yang saya jalani. Kondisi ini terkadang membuat saya minder, teman-teman saya beberapa sudah bekerja di bank yang tentu memiliki insentif yang besar, perjalanan hidupnya juga cepat dan lebih prospektif. Teman-teman di lingkungan kerja juga sudah memikirkan opsi yang serupa, mereka sudah mengirimkan aplikasi lamaran kemana-mana, sedangkan diri ini masih dibebani hal yang bersifat akademis.

Tapi tunggu sebentar, apakah bekerja di bank atau lembaga keuangan lainnya merupakan pilihan saya dan angan saya sejak dulu. Saya butuh pemikiran panjang mengenai hal ini, mengingat, saya tidak memiliki angan tentang itu. Angan saya adalah menjadi individu kreatif, hal ini berimplikasi pada jenis pekerjaan maupun karir yang saya pilih tentu juga yang mengarah pada kreatifitas. Ya itu satu opsi yang sudah saya pikirkan sebelumnya. Pilihan lainnya, saya tetap akan menjadi pemikir, istilah kata kalau saya disodorkan menjadi pegawai dilingkungan pemerintah, saya akan memilih karir di bank Indonesia, maupun kementrian keuangan sebagai perumus kebijakan, frontliner dari dulu bukan opsi saya.

Saya sadar hal itu membutuhkan waktu yang lama, dan akan berimplikasi pada melambatnya pertumbuhan ekonomi dalam diri ini. Itu sudah resiko yang harus saya tanggung. Namun alih-alih memikirkan lambatnya pertumbuhan ekonomi, terbetik ide yang lain, yang dari dulu sudah saya impikan. Bagaimana kalau jalan yang saya tempuh saat ini dimanfaatkan untuk mengejar impian menempuh pendidikan ke luar negeri. Ya- itu satu opsi yang tidak mungkin kan, mengingat saya punya potensi dan kans yang tidak kecil. UIN setiap tahun langganan mendapat jatah kursi untuk mendapat beasiswa ADS maupun Fullbright, jaringan untuk mendapatkan rekomendasi sudah ditangan, saya hanya perlu meningkatkan nilai TOEFL. Itu saja kok… dan itu mudah, tinggal saya mengkursuskan saja pada TOEFL purposes. Just it.

Masalahnya kan kemudian jadi bagaimana saya membiayai pendidikan kursus bahasa inggris, biaya yang dibutuhkan tidak sedikit. Mengandalkan gaji dari tempat kerja saya tidak mungkin, oleh karenanya saya harus pintar-pintar mencari sampingan yang lain. Saya benar-benar harus memaksimalkan potensi yang saya miliki. Kerja sampingan untuk mendesain dan mendevelop web harus diperbanyak, dan saya yakin saya bisa memenuhi kebutuhan itu. Saya percaya Allah meridhai langkah ini.

Akhirnya tidak apalah kalau saat ini saya berjalan kaki untuk mencapai kantor, toh ini memang masanya perlambatan, jangan pedulikan pandangan yang memalas pada diri ini. Dalam teori ekonomi dikenal istilah model pertumbuhan ekonomi letter u yang artinya model pertumbuhan yang mengandalkan pemerataan sebagai basis pertumbuhan, ketika pemerataan sudah tercapai, maka pertumbuhan akan terus melaju dengan kecepatan tinggi. Itulah yang saat in saya jalani, mengandalkan basis pertumbuhan yang lambat untuk akhirnya bisa mampu melaju menyaingi yang lain. Itu yang saya pilih dan saya inginkan.

About the author

saumiere

Leave a Comment