Mulai dari tidak diperhitungkannya diri ini dalam kelompok KKS, bahkan cenderung diabaikan. Tidak dilibatkan dalam tim survey misalnya, membuktikan bahwa diri ini belum memiliki bargaining position yang kuat! Terus adalagi peristiwa direndahkannya diri ini oleh Teman-temanku sendiri semisal Ishak yang sekarang sudah mulai malas berkomunikasi karena ya… intensitas bantuannya yang diberikan kepadaku sudah melampaui batas. Mungkin karena permintaanku yang terlalu banyak sehingga membebaninya. Sunggingan senyum merendahkan Erhan just because aku lalai mengambil foto copian materi mata kuliah metodologi penelitian! Salahku karena temen-temanku sudah menyerahkan tanggungjawab itu kepadaku! Dosen Pengantar Asuransi yang mempermalukan saya karena catatan saya yang tidak lengkap! Bahkan nadanya terdengar mendepak saya dari kelas. Ini semua belum terhitung dengan tudingan Dosen Nuryamin yang mengatakan saya salah dalam menginput data, walau saya yakin telah menginputnya dengan benar – ini berefek pada menurunnya performa saya, apalagi omongan Azis yang mengatakan dokumen saya locked karena saya menggunakan ekstensi docx bukan rtf. Tentu saja ini semua membuat saya berang sekaligus prihatin! What’s wrong with me!
Dalam tulisan ini saya tidak mau membuat pembelaan, karena toh tidak ada gunanya membicarakan suatu hal yang sudah berlalu! Mungkin akan lebih berguna jikalau saya membuatnya sebagai sebuah pelajaran berharga! Mungkin juga sebagai sebuah momentum untuk memulai suatu hal yang baru! Reformasi Budaya bisa saja! Toh anything can happen, anything is possible! So dari peristiwa-peristiwa tersebut saya ingin melakukan penyegaran atau pembaharuan dari dalam diri saya, terutama dalam hal budaya atau etos kerja!
Dimulai dari KKS, bukti bahwa terlalu banyak bercanda membuat diri ini diabaikan! Terlalu banyak menampilkan yang artificial membuat orang-orang berpikir kalau otak kita kosong! Padahal belum tentu, seperti dalam film Legally Blonde yang dibintangi Reese Witherspoon itu. Jadi ya… saatya bagi saya mengurangi hal-hal yang bersifat artificial! Dilanjutkan dengan Ishak! Bukti bahwa meminta pertolongan pada orang ada batasnya! Dan bahwa mempersiapkan segala sesuatu adalah hal yang mutlak! Erhan, fakta bahwa diri ini selalu melalaikan tugas membuat diri ini dinilai orang yang paling tidak becus dalam mengurus suatu pekerjaan!
Itu saja. Dan selebihnya adalah tentang bagaimana diri ini mempertahankan nilai-nilai, identitas dan jati diri serta lebih memilih menjadi diri sendiri! Just be You! Persis seperti Dr. Katherine Watson yang diperankan Julia Roberts dalam film Monalisa Smile. Bahwa hidup dengan definisi sendiri, berjuang untuk merobohkan dinding kebekuan yang memenjara pikiran kita!
Minggu sore ini saya kembali mengulang film The Holiday yang dibintangi Cameron Diaz, menontonnya membuat perasaan yang sedang dilipur lara ini semakin menguat! Dari sana saya mengerti makna inisiatif! Dari sana juga saya bisa belajar mengenai tradisi bekerja orang-orang barat yang menurut saya sangat efisien. Seperti menghabiskan waktu malam untuk bekerja. Membuat rumah seperti office yang membantu orang-orang menyelesaikan pekerjaan! Sungguh efisien. Tidak ada waktu yang terbuang untuk bersenag-senang ketika memasuki usia dewasa. Suatu budaya yang saya perlukan saat ini dalam membantu krisis diri ini.
Love You
Saumiere

