Sekilas aku melihat siluet bayang-bayang masa laluku lewat seorang teman bernama Ayub, dia sosok yang dalam masa laluku bisa disandingkan dengan seorang Manggazali! Secara fisik hampir sama, gendut dan hampir sama juga dalam hal sikapnya, seseorang yang lebih banyak keinginan dibanding dengan usaha! Selalu payah dan tidak bisa menghargai proses kreatif seseorang! Selalu menjadi pengikut dan selalu berbangga dengan pencapaian-pencapaian yang telah dia raih! Hampir sama dan hal itu membawaku pada paranoid yang berlebihan! Aku takut jikalau suatu saat dia berbelot menjadi seseorang yang paling membenciku! Layaknya manggazali yang begitu tercerahkan olehku dan hanya karena masalah kecil langsung membelot menjadi orang yang paling memusuhiku!
Otomatis saya tidak ingin hal itu terulang lagi dalam hidupku diary! Ketika musibah itu datang seakan hidupku hancur diary! Semua orang memandang saya sebagai orang yang paling hina di dunia! Ketika Ayub bercerita dia pernah mengguyur orang pake ember hal itu mengingatkanku pada waktu ketika ku dilempar botol berisi air yang mengenai belakang kepalaku! Aku takut diary, aku takut membesarkan seekor macan yang suatu saat akan membahayakanku!
Oke, mungkin benar aku orang jahat yang layak tidak mempunyai seorang teman! Aku selalu berfikir bahwa kesendirian adalah teman abadi bagiku, dan terkadang mampu menyusun kekuatan mental dalam diri saya! Saya menjadi orang kuat secara mental! Kesendirian itulah yang membuatku membukakan mata bahwa naif sekali jikalau orang menginginkan kedamaian di dunia yang dipenuhi oelh orang-orang beranimal instinct! Sampai suatu saat aku menemukan bahwa ya persahabatan yang seadanya adalah yang terbaik! Dan itu yang membuat saya menjadi orang yang berarti didunia ini! Membuat saya menjadi merasa saya tidak sendirian! Ada keluarga, teman dan orang-orang dibelakang sana yang mendukungku! Dan bertemu serta mengajari Ayub sebuah keahlian ternyata, sekilas mengingatkanku pada sosok Manggazali! Serta membawa paranoid ku pada masa lalu!
Keinginanku hanya satu diary, aku bisa hidup tenang dengan segala mimpiku, dengan segala usahaku! Dengan teman-temanku yang mau menerima saya apa adanya!

