Catatan Harian

Basic Instinct

I’ve always say, kalau kekompakan dalam persahabatan itu musti dipertanyakan. Semua orang masih mengejar kepentingan pribadinya. Bullshit kalau ada orang mengatakan demi rakyat, demi persahabatan, dan lain sebagainya. Malah saya sangsi, jangan-jangan orang-orang yang sering mangatakan jargon itu malah memiliki kepentingan pribadi.

Itu adalah palajaran yang sebenarnya sudah lama saya dapatkan. Ketika disekolah menengah dulu. Saya sering disebut sebagai seorang individualis ketika bertentangan dengan teman-teman saya yang selalau mengatakan demi kekompakan. Ya saya memang selalu menentang orang-orang itu yang bertindak demi kepentingan pribadi tetapi mengajak massa demi melegalkan ambisi pribadi, ditambah embel-embel demi persahabatan.

Bagi saya, sangat sulit untuk menemukan orang yang benar-benar peduli terhadap orang lain. Bahkan dalam perpolitikan saja, seorang presiden masih ragu-ragu untuk bertindak demi rakyat. Ia bahkan cenderung mendengar omongan orang partai dan golongan. Jadi ya sampai sekarangpun saya masih suka mendengarkan kata hati saya. Saya tidak peduli dengan omongan orang apapun perkataan itu!

Memang sih ini terdengar sangat egoist atau selfish tapi gimana ya… sulit bagi gue untuk saat ini dan selama hidup untuk menemukan teman yang bener-bener sepaham dan kemudian mau berbagi. Sampai saat ini saya sulit lho menemukan teman yang kemana-mana bareng. Ke mall bareng, ke kantin bareng, ke perpus bareng dan ngerjain tugas bareng. Jadi bagi gue sangat sulit untuk memahami apa arti persahabatan itu.

Saya sering tidur larut dan tenggelam tatkala benar-benar sadar kalau gue gak punya sahabat! Sahabat yang benar-benar sejati, bukan mencari keuntungan semata! gue sampai berpikir kalau gue harus kaya dulu supaya punya teman yang banyak! pernah dalam hidup ini ada seorang yang tiba-tiba mendekati saya, menemani saya ke perpus bareng, tapi ujung-ujungnya dia minta bantuan juga. Setelah selesai ya sudah dia seakan tidak punya hutang budi ama gue. Ini bukan berarti saya menganggapnya hutang lho ya… Cuma ya dia nyapa atau apalah… eh nyatanya dia malah nyuekin saya dan seperti dulu dia tetap menganggap diri gue gak ada! Sebel gak seh!

At least, until now gue jadi orang yang sadar diri kalau gue bukan tipe orang yang mudah percaya sama orang lain. Sampai sekarang gue selalu berprinsip yang bener-bener selfish. Seperti “don’t trust anybody”, “I don’t care about what did people say” dsb. Jadi jangan heran kalau jarang menemukan foto gue barang temen-temen gue! Sampi saat ini yang menjadi prioritas gue adalah kuliah, dan side job gue! Relationship baik ama cowok maupun cewek hanya ke skala berapa! Kalau kemudian gue memperiorotaskan relationship itu karena hubungan partner kerja saja. Yup, itulah basic instinct gue!

About the author

saumiere