[singlepic id=56 w=320 h=240 float=left]DAVID GREENE DAN KE-YAHUDI-ANNYA. Sepanjang memori penulis, ada dua film yang mengggambarkan dengan jelas, the suffering of Jewish, alias penderitaan menjadi seorang Yahudi. Yaitu film yang berjudul “The History of a Boys” yang resensinya ada dalam blog ini dan film yang pekan ini saya tonton yakni “School Ties”. Film garapan sutradara Robert Mandel ini menceritakan liku kehidupan seorang David Greene yang bersekolah di sekolah preparatory St. Mathews, sekolah khusus yang dipersiapkan bagi yang ingin masuk ke universitas-universitas Ivy League (Semisal Harvard, Yale, MIT dll).
Dan rupanya, Greene bukanlah berasal dari golongan orang kaya yang bisa masuk ke sekolah protestant tersebut. Greene hanyalah remaja keturunan Yahudi yang berasal dari kalangan buruh di kota penuh bandit Scranton. Yang membuat istimewa adalah dia cerdas dan berbakat dalam bidang football. Dan berkat program beasiswa, Greene akhirnya bisa masuk ke sekolah tersebut dan bergaul serta belajar dengan tradisi Protestan.


apa yang dialami green adalah karena sulitnya masyarakat untuk menerima suatu perbedaan. lebih jauh lagi karena adanya prasangka yang berkembang dalam masyarakat. inilah nasib yang harus dialami kaum minoritas di manapun mereka berada. tetapi dengan dialog antar kelompok masyarakat yang terlaksana dengan baik, maka prasangka semacam ini bisa dihilangkan. dan tidak perlu ada green2 yang lain…
Good Cahyo…