Movie Reviews

ROMANSA BARCELONA ALA WOODY ALLEN

[singlepic id=46 w=320 h=240 float=left]Ada beberapa sutradara film yang menurut saya sangat brilian dalam menuangkan idealismenya ke dalam ruang film. Beberapa diantaranya favorit saya, sebut saja Steven Spielberg [siapa yang tidak menonton Jurasic Park dan Indiana Jones] Garry Marshal [Pretty Woman, Runaway Bridge, Princess Diaries] dan Woody Allen [Match Point, Hannah and Her Sister].

Steven Spielberg terkenal dengan imaji-nya yang terkadang diluar pemikiran orang2 namun logis, Garry Marshal terkenal dengan nilai2 moral, dan Woody Allen, jelas berbeda karena lebih menjual idealisme! Inilah yang membuat film2 Woody Allen kurang disukai pasar namun diapresiasi oleh banyak kalangan perfilman.

Hal ini terlihat dalam karya terbarunya berjudul Vicky Christina Barcelona [2008] yang meraih nominasi Oscar sekaligus memenagi sejumlah penghargaan baik di Oscar, Golden Globe maupun BAFTA.

Film yang dibintangi oleh si seksi Scarlett Johanson, Penelope Cruz dan Javier Bardem ini menceritakan perjalanan dua orang teman Vicky [Rebecca Hall] dan Christina [Scarlet Johanson] dalam rangka menghabiskan liburan musim panas di Barcelona, Spain. Dua kawan ini punya prinsip yang berbeda mengenai Cinta, Christina memandang cinta sebagai proses jatuh bangun, suka dan duka bukan sebagai tujuan, sebaliknya Vicky berpendapat cinta harus memiliki tujuan dan itu harus ditunjukkan dalam suatu komitmen.

Nah dalam liburannya di Barcelona inilah, prinsip mereka diuji oleh kedatangan seniman nyentrik bernama Juan [Javier Bardem] yang selalu bermasalah dengan mantan istrinya Maria Elena [Penelope Cruz]. Masalah timbul ketika prinsip harus berhadapan dengan kehendak. Christina, merasa bukan suatu problem besar jika ia harus menjalin hubungan dengan Juan, bahkan untuk suatu hubungan one night stand. Berbeda sebaliknya Vicky merasakan itu sebagai sutau hal yang tidak pantas. Alhasil, Christina malah menemukan energi positif ketika ia mampu menjalin cinta dengan Juan dan Maria Elena. sebaliknya Vicky yang pernah sekali melakukan hubungan dengan Juan, merasa hidupnya jadi tidak fokus, hatinya tidak tenang dan selalu teringat Juan, walau ia telah melakukan pernikahan dengan kekasihnya Doug.

Namun pada akhirnya baik Vicky maupun Christina harus memilih. Menyudahi chemistry yang yang melingkupi kehidupan mereka di Barcelona atau malah terus membina chemistry.

Film yang benar2 dilakukan di Barcelona ini ditutup dengan satu idelisme pintas khas Woody Allen, yakni bagaimanapun ini kisah liburan Vicky dan Christina di Barcelona. Jadi ya… memang harus berakhir ketika summer telah berakhir. Tidak ada dramatisasi maupun romansa cengeng dalam film ini. Jangan berharap juga ada kematian yang menyayat hati. Semuanya berakhir dengan keputusan dewasa dan saling kesepahaman antar tokoh.

About the author

saumiere

2 Comments

Leave a Comment