Movie Reviews

Mengintip Skandal Socialite New York


[singlepic id=148 w=320 h=240 float=left] Mengenakan gaun rancangan desainer ternama semisal Prada, maupun Donna Karan, menghadiri pesta-pesta termewah semisal vanity fair maupun fashion show, berburu produk-produk branded di sepanjang jalan Fifth Avenue, berbelanja di Barneys maupun sekedar brunch di starbucks bisa jadi bagian dari kehidupan para sosialita (sebutan untuk orang-orang yang berasal dari kelas social elite) di New York, tetapi apakah kehidupan seorang siswi SMU yang terlibat dalam pembunuhan teman sepestanya, menjalin affair dengan seorang guru dan menjual obat-obat terlarang, juga bagian dari kehidupan sosialita di New York? Bisa jadi anda terkejut, tetapi itulah faktanya. Serial drama remaja paling hits saat ini Gossip Girl memberi gambaran yang jelas akan hal itu.

“Serena is back” begitulah sebuah text yang tertera pada sebuah ponsel dan dalam sekejap, sms blast itu menyebar dan menghebohkan seantero sekolah persiapan di New York. Maklum, siapa yang tidak kenal Serena Van Der Woodsen, siswi paling bermasalah di Constance Billard ini ibarat the it girl di sekolah itu, pecandu alcohol dari keluarga kaya dan bermasalah sekaligus pemberontak nomor wahid di the constance. Kedatangannya tentu membuat jantung siswa siswi the constance yang kala itu sedang diundang dalam pesta Blair berdegup kencang, tak terkecuali ketiga sohib karibnya, Blair Waldorf, Nate Archibald, dan Chuck Bass.

About the author

saumiere

Leave a Comment