Sekarang saya bisa ngobrolin proyek bersama teman saya di Istanbul, sementara di sisi lain saya sedang mem bid harga di e-bay untuk sebuah jam tangan cartier bekas pakai yang masih mengkilap seharga 100 dolar dengan orang asing di Singapore, padahal sebenarnya saya sedang menyesap kopi starbucks ditemani iPad, memilih beragam pattern kemeja next di café sudut mall senayan city saat makan siang.
Tentu itu bukan ilusi semata, meledaknya penetrasi internet di Indonesia memungkinkan semua kegiatan itu dilakukan secara multitasking. Berbelanja dan berbincang dengan teman-teman dimanapun kita berada tentu bukan hal mustahil, saya sendiripun sering melakukan belanja online, biasanya ketika akan ada acara sosial tertentu, saya harus membeli baju baru. Biasanya ke mall tapi saat kita lelah dan tidak ada waktu, tentu belanja online adalah pilihan. Dan saya biasa chatting dengan teman-teman online saya, meminta saran kepada mereka apakah ini bagus atau bagaimana. Saat komentar bagus lebih banyak dari pada buruk, maka saya pun membeli baju pilihan saya.

