[{"Value":"","Discard":false,"Expires":9999999999}] Movie Reviews – The Saomi Rizqiyanto's Review https://saumiere.com The World According to Saomi Rizqiyanto Thu, 02 Jul 2026 17:00:38 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.1.1 https://saumiere.com/wp-content/uploads/2019/05/cropped-Logo-TSSR-2-32x32.png Movie Reviews – The Saomi Rizqiyanto's Review https://saumiere.com 32 32 Apa Artinya Hidup Tanpa Cinta dan Musik? https://saumiere.com/apa-artinya-hidup-tanpa-cinta-dan-musik/ https://saumiere.com/apa-artinya-hidup-tanpa-cinta-dan-musik/#respond Mon, 30 Jul 2018 03:47:38 +0000 http://thejakartans.com/?p=506 Sebuah film yang akan membuat anda bernyanyi dan berdansa sepanjang film berlangsung dan bahkan mengubah pekan anda menjadi lebih ceria dan bermakna. Mamma Mia, Here We Go Again menawarkan suguhan drama alternatif ditengah suguhan film heroic penuh kecanggihan efek tanpa makna, dengan musical sebagai andalan utama, film ini mendobrak arus utama dan menyebarkan pesan utama yang mulai dilupakan orang, apa artinya hidup tanpa music dan cinta?

]]>
https://saumiere.com/apa-artinya-hidup-tanpa-cinta-dan-musik/feed/ 0
Ujian Cinta di Samudera yang Luas https://saumiere.com/ujian-cinta-di-samudera-yang-luas/ https://saumiere.com/ujian-cinta-di-samudera-yang-luas/#respond Thu, 21 Dec 2017 11:28:52 +0000 http://thejakartans.com/?p=353 Cinta terkadang diuji melalui berbagai cara, melalui karakter pasangan, orang ketiga, buah hati, sampai dengan hubungan dengan orang tua. Cinta sejati adalah yang mampu melalui semua ujian dengan baik, dan itu tidak hanya dibutuhkan sebuah nafsu tetapi juga komitmen akan kebaikan bersama. The Light Between Oceans menyajikan cahaya cinta yang besar, walau ia dihalau ombak besar dan jarak yang jauh.

]]>
https://saumiere.com/ujian-cinta-di-samudera-yang-luas/feed/ 0
Akhir Manis dari Potongan yang Buruk https://saumiere.com/akhir-manis-dari-potongan-yang-buruk/ https://saumiere.com/akhir-manis-dari-potongan-yang-buruk/#respond Thu, 05 May 2016 04:58:59 +0000 http://thejakartans.com/?p=141 Cliché, itu adalah kata yang tepat untuk menggambarkan adegan akhir dari film Ada Apa Dengan Cinta 2 yang mulai perdana pada 28 April yang lalu. Saat Cinta dengan putus asa mengejar Rangga yang hendak terbang kembali ke New York, membawa ingatan penonton kembali pada 14 tahun yang lalu saat adegan Cinta yang berlari berteriak mengejar Rangga di AADC pertama.  Bisa jadi penonton memahami bahwa mungkin creator film ingin mengajak kembali penonton untuk bernostalgia, tapi yang terburuk adalah saat Cinta menyusul Rangga di New York, dan mendapati Rangga berpelukan dengan wanita lain, itu adalah bagian paling buruk. Apakah Riri Riza dan Mira Lesmana terlalu banyak menonton film Holywood sehingga pakem itu dipakai, atau kehabisan jalan cerita sehingga terkesan asal menggunting gambar film lain dan memaksakannya di AADC 2.

]]>
https://saumiere.com/akhir-manis-dari-potongan-yang-buruk/feed/ 0
Bangkitnya Pahlawan DC Comics, Superman https://saumiere.com/bangkitnya-pahlawan-dc-comics-superman/ https://saumiere.com/bangkitnya-pahlawan-dc-comics-superman/#respond Sun, 18 May 2014 04:34:22 +0000 https://saumiere.com/?p=981 Man of Steel bisa jadi pertaruhan terakhir DC comics untuk bisa memunculkan tokoh superhero Superman, setelah sebelumnya gagal berantakan di tahun 2006. Patut diduga, kemunculan Superman ini untuk mengalahkan dominasi Marvel yang merajai bioskop-bioskop di seluruh dunia. Sebenarnya DC Comics sudah berusaha membuat The Dark Knight Rises, salah satu superhero andalan DC Comics, tapi itu belum cukup mengalahkan dominasi Marvel dengan Spiderman, Iron Man dan Captain America nya. Dari sisi finansial film batman ini masih dibawah The Avangers, besutan Marvel (masing-masing memperolah pendapatan 448 dan 623) Mengutip TIME, apakah the Krypton Knight Rises, munculnya kesatria krypton di layar lebar tahun ini bisa mendulang sukses?

Jawabannya sudah terlihat pada penutupan weekend ini. IMDB merilis pendapatan film yang dibintangi oleh Henry Cavill ini memang melampaui perkiraan dengan pendapatan diatas 100 juta dolar atau 125 Million US Dolar. Namun Opening weekend ini masih menempatkan Superman diposisi kedua setelah Iron Man 3 yang mengumpulkan 174 Million US Dollar pada opening weekend sepanjang tahun 2013. Angka-angka itu masih membuktikan teori, DC Comics belum mampu melampaui Marvels, walaupun keduanya mempunyai jagoan masing-masing.

Tetapi diatas semua itu tentu sebuah berkah bagi Warner Brothers. Studio besar ini memang tengah mencari banyak mesin uang setelah serial franchise Harry Potter sudah tidak mungkin dibuat, setidaknya satu decade kedepan. Tetapi saya tidak ingin terlalu banyak berkomentar lebih jauh mengenai angka-angka dan cetakan box office itu. Justru yang membuat saya tertarik adalah kenapa Superman kali ini bisa mencetak rekor, setelah kehancurannya pada tahun 2006, the superman returns.

Mari kita analisis satu persatu. Gaya penceritaan kali ini sepertinya memang dibuat berbeda dengan serial superman yang dulu. Ya penonton sudah tahu bahwa Clark Kent jatuh cinta kepada Louis Lane di Daily Planet, mempunyai musuh bebuyutan Lex Luthor dan lain sebagainya, tapi penonton belum banyak yang tahu, terutama awam, dibalik kenapa Kal El dikirim ke bumi, bagaimana krypton hancur dan kenapa ada Kapten Zod yang menggebu-gebu ingin menghancurkan Clark Kent. Penonton jadi tahu bahwa ternyata kelahiran manusia di krypton segalanya sudah diatur dan tidak natural. Setiap calon bayi sudah dicap apakah ia akan menjadi ksatria, pemimpin atau pekerja. Bahwa Kal El adalah kelahiran natural pertama di Krypton dan ayahnya berkehendak bahwa biarkan Kal El menjadi apa yang ia inginkan (hmm sangat manusiawi sekali ya). Ini tentu cerita yang baru bagi penonton yang sudah bosan dengan trilogy, Clark Kent, Louis Lane dan Lex Luthor (korban SmallVille).

Kedua, yang menjadi istimewa untuk dikaji adalah strategi pemasaran dan visualisasi film. Boleh dikatakan kemunculan Man Of Steel sudah mulai disoundingkan di seluruh radio, televisi dan media-media cetak-online diseluruh dunia. Mungkin pembaca bisa aware dengan tebak-tebakan di radio-radio pada awal tahun 2013. Bahwa ternyata lambang S pada kostum superman adalah bukan inisial dari superman, dari situ audience ditantang untuk tahu apa arti symbol S pada kostum superman itu. Ternyata audience baru tahu kalau symbol S itu adalah lambang harapan bagi manusia Krypton. Ooh begitu. Terus dari sisi visual. Kostum Superman yang biasanya mengenakan celana dalam warna merah didepan mungkin oke untuk tahun 80 an tapi pada tahun 2000an, sepertinya awkward, oleh karenanya celana dalam warna merah hilang pada kemunculan superman tahun ini. Taarraaaa, what a surprise, tapi sebagai usul, sepertinya jubah merahnya juga perlu dihilangkan karena mengurangi kesimpelan dari seorang superman yang seharusnya simple dan aerodynamics.

Russel Crowe berperan sebagai Jor El di film Superman

Ketiga tentu para pemainnya. Bisa dibilang, film Man of Steel lebih banyak diisi oleh actor-aktor kawakan seperti Russel Crowe dan Kevin Costner yang sudah malang melintang di jagat perfilman Holywood. Oleh karenanya bisa juga disebut, Superman kali ini didongkrak oleh performa pemain para pendukungnya. Karena sebenarnya performa Henry Cavill, sang superman terlihat standar, yang menarik tentu bagi kaum hawa melihat keseksian tubuhnya. Justru yang paling mencuri perhatian adalah acting dari peraih Oscar Russel Crowe. Sebagai Jor El, dia tampak memukau dari awal film hingga akhir. Komposisi para pemain inilah yang turut membuat film ini lebih berbicara, karena mendobrak komposisi tradisional film superman lainnya yang biasanya ditumpukan pada sang tokoh utama. Dan produser sepertinya tidak mau, kegagalan superman return yang terlalu berpaku pada Brandon Routh yang gagal terulang pada film ini.

Dari kesemua analisis diatas, adalah sangat memungkinkan untuk membuat film Man of Steel ini dibuat serial franchisenya. Karena bagaimanapun, pada akhirnya Superman telah menemukan formula yang tepat setelah ditingggal oleh sang legenda Christopher Reeves tahun 2006 yang lalu. Mengenai Dc Comics versus Marvel, biarlah sang jagoan yang menentukan.

]]>
https://saumiere.com/bangkitnya-pahlawan-dc-comics-superman/feed/ 0
Cinta Beda Usia, Gimana Rasanya? https://saumiere.com/cinta-beda-usia-gimana-rasanya/ https://saumiere.com/cinta-beda-usia-gimana-rasanya/#respond Sat, 17 May 2014 09:16:51 +0000 https://saumiere.com/?p=971 Bisa jadi cerita seorang pemuda yang jatuh cinta kepada wanita yang lebih tua jamak ditemukan dalam kehidupan masyarakat kita. Masyarakat banyak yang menganggap miring, atau bahkan terlarang, tapi diluar persepsi itu, hubungan ini selalu ada, dari sana lahirlah terma satire “brondong” yang menjadi camilan obrolan seru disaat makan siang ibu ibu arisan atau kaum hawa socialite. Obrolannya beragam, mulai dari betapa sang wanita mengagumi “kemudaan” sang pria. Sang pria yang merasa nyaman dalam dekapan “mommy’s arm” sampai pertentangan lingkungan sekitar. Nah, film Prime mencoba mengungkap segitiga perspektif antara anak (pemuda brondong) ibu dan sang pacar.

Seorang wanita karir Manhattan bernama Rafi mendadak menemui rasa baru tatkala ia keluar pada malam itu. Seorang pemuda tampan memunculkan senyum yang hilang pada diri rafi di saat ia berjuang mengatasi kesendirian dan kebingungan psikologis akibat perceraiannya. Di sisi lain, pemuda bernama David itu juga merasakan hal berbeda tatkala ia memandang Rafi. Mendadak detak jantungnya berdegup kencang, suatu hal yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Didorong oleh rasa itu, kedua insan ini memulai sebuah hubungan, dan itu dimulai dari makan malam. Tapi entah kenapa, Rafi yang berusia 37 tahun mendapati jikalau david baru berusia 23 tahun. Suatu jarak usia yang sangat terpaut jauh. Logika rafi pun bermain, hubungan ini tidak akan berhasil. Tapi david dengan segala kenaifannya mencoba meyakinkan Rafi bahwa hubungan ini akan berhasil.

Untungnya rafi tidak terburu-buru memutuskan hubungan itu, dibantu oleh psikiaternya, Rafi didorong untuk menikmati saja proses hubungan itu. Toh itu hanya untuk rebound, begitu kata Lisa, sang Psikiater. Rafi yang diperankan oleh Uma Thurman menuruti saja apa kata sang psikiater. Ia menjalin hubungan manis dengan David. Mulai dari makan siang, makan malam, menghadiri acara, dan bahkan sampai urusan seks, Rafi menikmatinya. Rafi yang percaya sepenuhnya pada sang psikiater menceritakan seluruh detil hubungannya pada Lisa.

Sampai suatu ketika Lisa yang diperankan dengan sangat apik oleh Merryl Streep mengetahui bahwa pemuda tampan yang mempunyai beautifull penis itu bernama David yang kebetulan adalah putranya. Ha! Sebuah co insidence yang membuat Lisa berada pada dua pilihan. Mengikuti logika umum, bahwa hubungan putranya yang baru berusia 23 tahun dengan Rafi, pasiennya yang berusia 37 tahun yang baru saja bercerai dan ingin memiliki anak adalah hal yang tidak mungkin, atau tetap professional, mencoba mendengarkan cerita Rafi tentang penis anaknya dengan hati berdebar-debar kencang.

Sekali lagi, ha! Sebuah pilihan sulit, Lisa sang Psikiater pun harus berkonsultasi dengan temannya yang juga psikiater. Namanya juga psikiater tentu memberikan masukan yang baik pada Lisa, untuk membiarkan saja hubungan itu. Jangan terlalu intervensi. Untungnya Lisa menuruti nasihat itu. Lisa membiarkan waktu untuk membuktikan apa yang benar dan apa yang pantas. Seiring berjalannya waktu, cinta Rafi dan David memang benar dan waktu jugalah yang membuktikan cinta Rafi dan David tidak pantas. Film yang di sutradari oleh Ben Younger ini memang pantas ditonton untuk mengingatkan bahwa ya cinta tidak mengenal usia, tapi cinta juga mengenal kepantasan, dan cinta yang sebenarnya membuktikan, membiarkan orang yang dicintai untuk menikmati hidup sepantasnya adalah cinta.

Dibintangi oleh Uma Thurman, Merryl Streep dan Bryan Greenberg tentu menjamin bahwa film ini bukan sembarang film. Film ini ringan, menghibur dan juga seperti tagline nya, terapistik, sangat melegakan bagi orang-orang yang terbelit pada situasi diatas. Selamat menikmati.

]]>
https://saumiere.com/cinta-beda-usia-gimana-rasanya/feed/ 0
Dua Ibu Lesbian, Ayah Pendonor Sperma, dan Anak-anak Hasil Inseminasi Buatan https://saumiere.com/dua-ibu-lesbian-ayah-pendonor-sperma-dan-anak-anak-hasil-inseminasi-buatan/ https://saumiere.com/dua-ibu-lesbian-ayah-pendonor-sperma-dan-anak-anak-hasil-inseminasi-buatan/#respond Sat, 17 May 2014 06:00:09 +0000 https://saumiere.com/?p=954 Entah angin dari mana yang melatarbelakangi sutradara Lisa Cholodenko menggarap film keluarga bertemakan lesbian. Motif apa juga yang mendorong Julianne Moore dan Annette Bening, keduanya aktris kaliber Oscar, berani mengambil peran sebagai pasangan lesbian yang bersama-sama membesarkan anak-anak hasil inseminasi buatan. Tidak ada yang tahu asal sebabnya, yang pasti melalui film The Kids Are Alright, Lisa ingin membuat gambaran utuh mengenai keluarga lesbian yang bahagia.

Diawali dengan potongan gambar kehidupan anak perumahan, Joni (Mia Masikowska) dan Laser (Josh Hutcherson) adalah anak hasil dari inseminasi buatan yang dilakukan oleh ibu mereka masing-masing, namun dalam pergaulannya, mereka tampak bahagia. Laser melakukan kesehariannya dengan wajar seperti kebiasaaan bermain anak laki-laki seumurannya, bermain skateboard bareng temannya dan mencicip heroin. Sementara Joni, bermain layaknya anak perempuan normal lainnya, bergosip dirumahnya sembari bermain scrabble.

Orang tua mereka, Nic (Annette Benning) dan Jules (Julianna Moore) adalah dua orang ibu yang memutuskan hidup bersama dalam satu rumah. Nic berperan sebagai seorang kepala keluarga yang berprofesi sebagai dokter bedah, sementara Jules, berperan sebagai penata rumah tangga yang berprofesi sebagai arsitek perkebunan. Lisa sang sutradara seperti ingin memotret kehidupan keluarga normal seperti keluarga lainnya. Mereka makan malam bersama dan saling mendukung satu sama lain.

Pada suatu ketika, Laser yang diam-diam memendam rasa iri betapa bahagianya jika ia mempunyai seorang ayah, meminta bantuan kakaknya Joni untuk menelpon agen pendonor sperma, agar mereka bisa bertemu dengan ayah biologisnya. Dari sanalah kemudian benih-benih konflik bermula. Nic dan Jules mendapati pengakuan secara tidak terduga dari Laser jikalau ia dan Joni pernah mengunjungi ayah biologis mereka, alias pendonor sperma Nic dan Jules.

Sebagai orang tua yang baik Nic dan Jules menggelar makan siang di halaman belakang rumah dengan mengundang Paul (Mark Ruffalo), pendonor sperma sekaligus ayah biologis Joni dan Laser. Dalam acara makan siang itu terjalinlah percakapan hangat khas keluarga Amerika. Pada suatu kesempatan Paul menawari Jules untuk mendekor kebun restaurateur miliknya dan Jules setuju dengan tawaran itu. Sebagai kepala keluarga Nic mencium gelagat buruk yang akan terjadi, namun demi anak anak, Nic mempersilakan Jules bekerja mendekor kebun Paul.

Ibarat pepatah jawa yang mengatakan witing tresno jalaran soko kulino, cinta tumbuh akibat seringnya bertemu, lantaran seringnya Paul dan Jules berkomunikasi dalam mendekor kebun, terjalinlah affair antara Jules dan Paul. Begitu pula dengan Laser dan Joni, setelah makan siang di halaman belakang rumah, mereka berdua sering menghabiskan banyak waktu bersama dengan ayah biologis mereka. Bermain basket bersama sampai dengan menjelajah jalanan dengan duccati. Nic yang mencium gelagat buruk, akhirnya berinisiatif untuk mengadakan makan malam di rumah Paul dengan alasan, ingin melihat kebun hasil dekorasi “istri”nya. Di rumah Paul, Nic benar-benar mendapati jikalau Istrinya, Jules telah berselingkuh dengan Paul. Maka terjadilah percekcokan antara Jules dan Nic yang berakhir pada aksi diam.

Melalui film ini, Sutradara Lisa Cholodenko seperti ingin memaparkan dua hal secara gamblang, pertama bahwa anak-anak ternyata baik-baik saja, menerima kenyataan jikalau mereka hidup dan tinggal dalam keluarga lesbian, mereka tumbuh dan berkembang dengan normal layaknya remaja yang lain. Kedua, anak-anak ini sangat baik, mereka memilih untuk tidak menyertakan lagi ayah bilogisnya dalam kehidupan mereka setelah tahu, bahwa salah satu ibunya menjalin affair dengan Paul. Baik Laser maupun Joni lebih memilih Nic dan Jules hidup tenteram dibanding berteman lagi dengan ayah mereka. Toh niat awal mereka hanya ingin mengenal saja, bukan untuk terlibat dalam kehidupan mereka seutuhnya.

Lisa Cholodenko seperti ingin memprovokasi kepada masyarakat Amerika bahwa sejatinya generasi saat ini lebih terbuka dalam memandang apa itu lesbian dan gay dalam kehidupan mereka. Asal memiliki komitmen dan berlaku positif dalam masyarakat, anak-anak asyik-asyik saja mendapati keluarga lesbian atau gay sekalipun.

Film The Kids Are Alright meraih empat nominasi Oscar dalam ajang Academy Award februari tahun lalu. Film ini sangat kuat dalam penceritaan maupun pesan yang ingin disampaikan. Dari segi acting, yang terlihat memukau hanyalah Annette Bening saja, sementara Julianne Moore yang juga pernah meraih 4 nominasi Oscar, aktingnya dalam film ini terlihat standar.

———————————————————-

THE KIDS ARE ALRIGHT

Sutradara: Lisa Cholodenko

Skenario : Lisa Cholodenko, Stuart Blumerg

Pemain :Annette Bening, Julianne Moore, Mark Ruffalo, Mia Masikowska dan Josh Hutcherson

]]>
https://saumiere.com/dua-ibu-lesbian-ayah-pendonor-sperma-dan-anak-anak-hasil-inseminasi-buatan/feed/ 0
Kegalauan di Usia Kepala Tiga https://saumiere.com/kegalauan-di-usia-kepala-tiga/ https://saumiere.com/kegalauan-di-usia-kepala-tiga/#respond Fri, 09 May 2014 09:26:10 +0000 https://saumiere.com/?p=949 Charlize Theron, aktris peraih Oscar berambut pirang ini bukan tiba-tiba menset back karirnya kembali menjadi aktris cengeng film bergenre drama. Seharusnya ia bisa memilih peran-peran yang lebih menantang setelah sukses membintangi film Monster. Walaupun begitu toh, peran sebagai wanita galau di usia 30an diambil juga. Bukan tanpa apa-apa, wanita asal Afrika Selatan ini seperti ingin menyuarakan kegelisahan wanita-wanita yang sukses di usia muda, namun galau di usia 30an. Potret yang tidak bisa disampingkan begitu saja, ditengah kehidupan kosmopolis seperti saat ini.

Seorang wanita yang tinggal sendirian terbangun disebuah pagi, meminum cola, memberi makan anjing nya dan menikmati sarapannya yang sepi di balkon apartemen nya di kota Mineapollis. Dia adalah Mavis Gary (Charlize Theron) pekerja seni yang berprofesi sebagai ghost writer untuk serial buku cerita anak-anak. Suatu ketika diwaktu kerjanya sebagai penulis, ia mendapati undangan untuk menghadiri perayaan penamaan bayi (Baby’s Name Ceremony) dari mantan pacarnya sewaktu SMU yakni Buddy Slade.

Mavis, single cerai ini seakan ingin mengulang romansa sewaktu SMU nya, maka tanpa menunggu lama ia segera pergi menuju kampung halamannya di Minessota. Menyewa motel, berkunjung ke Bar, menelpon Buddy dan bertemu dengan teman semasa SMU, Matt Freehauf. Kepopuleran Mavis membuatnya dikenal di kota itu, namun juga membawa rumor tak sedap. Memang benar Mavis dikenal sebagai Siswi SMU paling popular, dia juga dikenal sebagai wanita yang sukses di kota besar. Rumor tak sedapnya adalah, ia ingin merebut kembali Buddy Slade dari tangan Beth.  Kunjungannya ke Minessota ternyata mengekalkan rumor itu.

Sebagai teman, Matt hanya mampu menasehati kalau Buddy sudah punya kehidupan oleh karenanya Mavis seharusnya jangan menggoda Buddy. Namun Mavis tetap pada pendiriannya, sebagai wanita galau, yang single divorce, alkoholik dengan karir yang stagnan. Ia ingin merebut perhatian Buddy, berdandan secantik mungkin, menggoda Buddy yang diperankan dengan sangat apik oleh Patrick Wilson (Little Children).

Charlize Theron sangat baik dalam memerankan Mavis, terlihat sangat natural ketika ia memeragakan kebiasaan mencabut rambut belakangnya satu persatu. Memeragakan wanita yang sangat berantakan ketika ia meminum cola atau ketika ia meledakkan diri sebagai wanita depresi. Ya Charlize terlihat sangat depresi ketika mengetahui kecantikannya tidak membuat Buddy berpaling, bahkan dengan tegas Buddy menolak ciuman Mavis.

Mavis Gary sedang mencuri dengar sebuah gosip di Supermarket

Lain lagi dengan Patrick Wilson, pejantan ini memang selalu berperan sebagai pria kulit putih baik-baik yang menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis. Lihat saja aktingnya di film Lakeview Terrace, Little Children (diganjar nominasi Golden Globe) dan film horror Insidious. Kesannya sebagai pria yang cool dan calm sangat terasa. Perannya sebagai dokter bedah bertangan dingin dalam series tv A Gifted Man baru baru ini juga menuai banyak pujian.

Karakter yang tak luput perhatian tentu adalah Matt Freehouf yang diperankan oleh Patton Oswalt. Perannya sebagai mantan pecundang di sekolah menengah dengan kaki kanan yang cacat dapat ia bawa dengan baik. Pun saat ia harus tidur dengan mantan “it girl” sekolahnya, Mavis Gary.

Closing yang sangat sempurna dari film ini adalah ketika Mavis dengan gundah mengatakan kenapa kebahagiaan bagi dirinya sangat sulit diraih sedangkan bagi orang lain kebahagiaan terlihat sangat mudah dan gampang. Dan jawabannya adalah memang tergantung dari sudut pandang persepsi. Adik Matt, Sandra dengan tegas menolak persepsi Mavis, dia mengatakan yang terlihat bahagia justru ada pada diri Mavis, dia popular, cantik, sukses di kota besar. Mavis kaget dengan sudut pandang ini dan justru seakan menemukan kesadarannya. Kesuksesan itu justru berasal dari sudut pandang.

Film ini dinominasikan untuk Golden Globe tahun ini, walaupun belum keluar sebagai pemenang, tetap saja film ini merupakan film drama terbaik tahun 2011. Cocok ditonton bagi wanita-wanita karir yang sedang galau.

———————————-

JUDUL FILM : Young Adult

CAST : Charlize Theron, Patrick Wilson, Patton Oswalt

DIRECTOR : Jason Reitman

RELEASE DATE : 16 Desember 2011

]]>
https://saumiere.com/kegalauan-di-usia-kepala-tiga/feed/ 0
Indonesia dalam Pan America https://saumiere.com/indonesia-dalam-pan-america/ https://saumiere.com/indonesia-dalam-pan-america/#respond Fri, 09 May 2014 09:12:17 +0000 https://saumiere.com/?p=946 Siapa yang menyangka, di tahun 1960 an, Indonesia terutama Jakarta telah menjadi destinasi utama bagi rute maskapai penerbangan terbesar dan termegah zaman itu, yakni Pan Am. Apa yang membuat Jack Orman sebegitu tertariknya menjadikan Jakarta sebagai destinasi bagian dari cerita serial tv tersebut, bahkan diberikan porsi lebih besar di banding Rangoon (Burma) dan Hong Kong, Pastinya tidak ada yang tahu, hanya saja orang bisa menerka, dalam episode Eastern Exposure tersebut, Indonesia adalah negeri eksotis yang menarik wisatawan dan orang-orang bisnis dunia pada jaman itu.

Pan Am adalah cerita sukses mengenai maskapai penerbangan kelas dunia yang mempunyai rute destinasi hingga ke seluruh kota-kota besar di dunia. Pan Am sendiri menjadi salah satu ikon kebanggaan bangsa Amerika atas pencapaian mereka menaklukkan udara di Bumi. Belum pernah ada satu maskapai yang berhasil melakukan penerbangan dari New York-London-Paris-Berlin-Roma-Istanbul-Mumbai-Singapore-Jakarta-Hong Kong-Tokyo sampai dengan New York lagi.

Saking hebatnya, Jack Orman yang sukses menciptakan serial JAG sampai dengan season 10, terinspirasi untuk membuat serial dari industry penerbangan dengan judul yang sama dengan segenap relikui kehidupan awak terbangnya, termasuk pilot, co pilot dan para hmm… pramugarinya. Ada kapten Dean Lowrey (Mike Vogel), kapten termuda dalam sejarah Pan Am. Ada juga Ted Vanderway, co pilot Dean yang merasa pengalaman dalam militer seharusnya membuat dia menjadi Pilot bukan asisten. Para Pramugari juga punya karakter kuat, ada Kate Cameron, pramugari yang ditugaskan menjadi agen rahasia CIA. Laura Cameron, adik Kate yang terpaksa melarikan diri menjadi pramugari setelah dipaksa menikah oleh ibunya. Karakter yang tak kalah kuat juga datang dari aktris Christina Ricci yang menjadi Maggie Ryan, orang yang merasa tidak beruntung dalam hidup, tetapi selalu punya cara untuk bisa masuk dalam lingkungan social.

Walaupun mempunyai banyak karakter dengan kecenderungan banyak anak cerita, porsi utama dalam serial yang ditayangkan jaringan TV ABC ini lebih banyak mengeksplor cerita mengenai Kate Cameron yang menjadi agen rahasia CIA dan kisah petualangan cinta Dean Lowrey yang bingung memilih antara Bridget (mantan pramugari Pan Am yang juga agen CIA) yang menolak lamarannya atau Collete, pramugari baik hati yang sedang mencari cinta.

Kembali ke persoalan Indonesia dan hubungannya dengan Pan Am, Kate Cameron ditugaskan untuk membawa barang rahasia milik CIA yang diberikan oleh juru foto ketika Kate dan kru Pan Am lainnya mendarat di Rangoon (Myanmar). Setiba di Jakarta dengan suasana pasca kemerdekaan terhitung banyaknya poster Soekarno dan pidato-pidatonya yang menggebu di radio, Kate mencari Juru Informasi CIA yang ada di Indonesia untuk menyerahkan barang rahasia itu. Agak menyentil Indonesia memang, Jack Orman berhasil menggambarkan orang Indonesia waktu itu sangat hijau dengan uang. Untuk mendapat informasi sedikit saja, Kate harus memberikan uang pelican, berulang kali jika Kate ingin mencari informasi atau pertolongan. Dalam scene ini, Jack Orman sukses membuktikan jikalau investasi di Indonesia memang mahal.

Serial ini bisa disaksikan di Indonesia melalui channel tv AXN dan jaringannya. Di Amerika Serikat sendiri, serial baru ini berhasil memperoleh empat nominasi dalam season pertamanya. Belum ada konfirmasi apakah produser dan jaringan tv bakal membuat season berikutnya. Cerita di akhir season memang menggantung dan akan ada kemungkinan season kedua bakal berlanjut. Bagi penulis, serial ini menjadi wajib dikoleksi dan masuk dalam list daftar serial tv terbaik.

]]>
https://saumiere.com/indonesia-dalam-pan-america/feed/ 0
X Man First Class, Perpecahan Pertama Kaum Mutan https://saumiere.com/x-man-first-class-perpecahan-pertama-kaum-mutan/ https://saumiere.com/x-man-first-class-perpecahan-pertama-kaum-mutan/#respond Fri, 09 May 2014 08:20:38 +0000 https://saumiere.com/?p=940

“Listen to me very carefully my friend, killing will not bring you peace”Peace was never an option.”

Charles Xavier and Erik Lahsner

Latar belakang masa kecil seseorang bisa mempengaruhi cara pandang dan gaya pergaulan seseorang. Anak kecil yang sejak dini berlatar belakang berkecukupan, mendapatkan perhatian dan pendidikan yang memadai, akan memandang dunia secara lebih positif, sedangkan anak kecil yang sedari awal hanya mengenal kekerasan dan sedikitpun tidak kebagian secuil kasih sayang, akan memandang hidup lebih negatif, dan memusatkan hidupnya untuk membalas dendam. Pesan inti itulah yang disampaikan dalam film x man terbaru, first class.

Film sequel dari X Man : Wolverine ini bercerita tentang masa muda Professor Xavier dan Magneto yang dulu dikenal dengan nama Charles dan Erik. Keduanya adalah sahabat yang sama-sama memperjuangkan nasib para mutan yang tidak disukai oleh para manusia. Hanya saja, baik Xavier dan Magneto berbeda sikap mengenai, hubungan para mutan dengan manusia. Charles (Xavier Muda) yang lulusan Oxford University merasa bahwa “jalan damai” adalah cara yang harus ditempuh guna menghilangkan prasangka buruk manusia, sementara Erik merasa perang adalah satu-satunya jalan agar ras mutan berkuasa di bumi.

Perbedaan jalan yang dipilih Xavier dan Magneto ternyata diakibatkan oleh perbedaan masa kecil yang sangat kentara. Sejak awal film ini diputar, Erik kecil sudah dipertontonkan kekejaman Nazi yang dengan kejam memisahkan kedua orang tuanya. Erik diperlihatkan dengan mata telanjang bagaimana Sebastian Shaw, veteran perang Nazi yang terobsesi orang-orang dengan kekuatan super, membunuh dengan keji ibu Erik didepan mata kepalanya sendiri. Sedangkan Charles Xavier adalah seorang anak kecil yang mapan, tinggal di rumah mewah, berpendidikan baik, sehingga sejak kecil pun ia bisa menerima kemunculan orang asing yang sama dengan dirinya, seorang mutant bernama Raven yang belakangan dikenal dengan nama Mystique.

Perbedaan jalan Xavier dan Magneto, sejak awal memang sangat kentara dan menjadi inti kisah di keseluruhan film-film X Men, (terkecuali X Man Wolverine) hanya saja di film ini, tidak hanya pertentangan yang ditampilkan tetapi juga mempertunjukkan keakraban pertemanan yang dijalin antara Xavier dan Magneto. Kedua sahabat ini punya cita-cita yang sama untuk merekrut banyak orang-orang berkekuatan mutan. Erik dan Charles berburu keseluruh penjuru Negara untuk menemukan banyak para fellow (murid) yang akan dilatih dan hidup bersama dalam komunitas mutan.

Perburuan mutan yang dilakukan Magneto dan Xavier berbuah sukses, mereka berhasil mengumpulkan setidaknya lima fellow yunior yakni Angel Salvadore, Sean “Banshee” Cassidy, Armando “Darwin” Munoz, Hank “Beast” McCoy dan Alex “Havok” Summer. Selain Xavier, Magneto, dan Mystique, disini juga ada mutan senior lain seperti Sebastian Shaw, Emma Frost, Azazel, dan Riptide. Disini penulis masih ragu apakah sekelompok mutan ini yang disebut first class atau kelima fellow yunior itu.

Dimunculkannya banyak konflik dalam film ini membuat penonton agak kurang memahami inti konflik, apakah pertentangan antara banyak faksi dalam kelompok mutan ini atau latar belakang perang dingin di teluk babi Kuba yang menjadi pemicu klimaks film ini. Penonton yang cerdas bisa memahami dengan jelas jikalau pertentangan faksi Xavier-Magneto vis a vis Sebastian Shaw, dan Perang Dingin di teluk Kuba hanyalah background yang mengalirkan cerita, sedangkan intinya adalah perpecahan internal kubu Xavier vs Magneto yang memecah kelompok mutan menjadi dua, pecinta damai dan penggemar perang.

Film yang disutradarai oleh Mathew Vaughn ini berhasil memecahkan rekor Box Office untuk film-film musim panas di Holywood akhir juni ini, menggantikan posisi Pirates of Carribean : On The Stranger Tides garapan Disney. Film yang disadur dari komik marvel ini menampilkan bintang-bintang baru semisal Michael Fassbender (Erik/Magneto), Jennifer Lawrence (Raven/Mystique) Alex Gonzales (Riptide) dan beragam karakter lainnya semisal Lucal Till (Alex/Havok). Film berbujet 140 Juta Dollar US ini dibiayai rumah produksi Fox dengan produser eksekutif Stan Lee. Penonton boleh tertawa dengan yang satu ini, saat perburuan mutan berlangsung, Hugh Jackman muncul sebagai cameo dan memerankan Wolverine. Hahaha, karakter Wolverine memang tidak bisa dilepaskan dari seri film franchise X Men.

]]>
https://saumiere.com/x-man-first-class-perpecahan-pertama-kaum-mutan/feed/ 0
Love of Siam, Ketika Cinta Sama Kelamin Bercerita https://saumiere.com/love-of-siam-ketika-cinta-sama-kelamin-bercerita/ https://saumiere.com/love-of-siam-ketika-cinta-sama-kelamin-bercerita/#respond Fri, 09 May 2014 08:11:06 +0000 https://saumiere.com/?p=937 Ini adalah kisah tentang Mew dan Tong, semasa kecil mereka bersahabat dekat, layaknya kakak dan adik. Tong selalu berperan sebagai kakak yang melindungi Mew dari ejekan teman-temannya, mengisi hari-hari sepi Mew, hingga memberi hadiah mainan melalui sebuah teka teki. Tapi ada juga masa, ketika Mew harus berada disisi Tong tatkala keluarga Tong terguncang karena kehilangan Tang, kakak perempuan Tong. Kehilangan Tang sangat berarti bagi Mew, karena ia harus berpisah dengan Tong yang memilih pindah rumah untuk melupakan memori Tang. Kedua sahabat inipun berpisah.

Waktu mempertemukan kedua insan ini kembali setelah lama tak bertemu. Secara tidak sengaja, Tong yang sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan Siam Square bertemu Mew. Keduanyapun saling tukar nomor handphone! Saat itu Mew dan Tong sudah duduk di sekolah menengah atas, Mew telah menjadi composer lagu berbakat untuk band di sekolahnya, sementara Tong sudah memiliki kekasih cantik bernama Donut, ia juga seorang playmaker sepakbola. Tidak kalah dari Tong, Mew juga di sukai gadis cantik bernama Ying.

Sementara itu efek dari hilangnya Tang yang entah kemana, membuat kedua orang tua Tong tetap dalam masa kritis, Ayah Tong, Krum terseret dalam candu minuman keras, setiap hari pekerjaan Krum hanya minum minuman alkohol. Disisi lain, kehilangan Tang membuat Ibu Tong, Sunee menjadi lebih protektif. Tong yang diperankan secara sempurna oleh Mario Maurer selalu diantar jemput oleh Sunee ketika tong bersekolah.

Mew yang masih ingat jikalau keluarga Tong bermasalah dengan masa lalunya. Berinisiatif mempertemukan Tong dengan June, manajer band August yang mengatur segala tetek bengek band mew ini dalam urusan jadwal manggung, latihan dan promo. Sewaktu bertemu June sebelum mew bertemu Tong, Mew sudah mengetahui jikalau paras June amat mirip dengan wajah Tang, kakak kandung Tong.

Inisiatif mew ini adalah awal dari sebuah hubungan percintaan masa lalu yang terpendam. Mew diam-diam mengagumi Tong yang sedari kecil selalu melindunginya. Mew mampu menggubah lirik dan musik yang sangat baik, ketika ia berhubungan dengan Tong, dan membuat pelatih dan anak-anak bandnya sangat terkesan. Begitu juga sebaliknya, inisiatif Mew mempertemukannya dengan June membuat keadaan keluarga Tong membaik. Krum bisa makan dengan teratur dan meminum obat dengan disiplin. Hal ini membuat Tong merasa nyaman berhubungan dengan Mew.

Diadakanlah sebuah pesta kecil-kecilan untuk menyambut June sebagai Tang dalam keluarga Tong. Band Mew, August tampil dalam acara ini dan membawakan lagu-lagu terbaiknya. Saat tampil Mew membawakan satu lagu baru yang memang sengaja dipersiapkan untuk mengungkapkan cintanya pada Tong. Tong merasa terkesan dan sangat senang dengan persembahan Mew. Malam itu saat tamu-tamu sudah pulang, di kebun belakang rumah, Tong mencium Mew. Sunee yang kebetulan sedang merapikan beberapa gelas minuman, mengetahui anaknya Tong mencium Mew.

Sebagai seorang ibu, naluri protektif Sunee mulai bekerja, ia tidak rela setelah keadaan rumahnya sedikit membaik, putra tunggalnya malah menjalin cinta terlarang. Sunee segera mendatangi Mew di rumahnya, menanyakan jenis hubungan apa yang dijalin Tong dengan Mew. Mew hanya menjawab bahwa ini adalah pertemanan biasa. Sunee menjelaskan bahwa setelah lulus, Tong akan mencari pekerjaan, ia akan menyimpan uang, memilih pasangan hidup, menikah, memiliki anak dan hidup bahagia. Jikalau Mew ingin melihat Tong bahagia, lepaskanlah Tong. Pinta Sunee. Segera saja Sunee patah semangat. Spirit hidupnya meredup.

Film love of Siam adalah cerita mengenai romantisme gay semasa SMU. Walaupun yang mengemuka adalah isu gay romance, namun sejatinya film ini lebih mengetengahkan bagaimana Tong harus memilih. Cintanya pada Mew atau cintanya pada keluarga.

Saat natal tiba, Tong dengan bahasa halus menuturkan pada ibunya, bagaimana ia harus bertindak, apakah kedua hiasan ini boleh bersanding atau tidak, Sunee yang awalnya belum paham, akhirnya mengerti, dan ia memilih hanya boleh satu hiasan yang bersanding. Natal jualah yang membawa keajaiban. Ying yang mengerti kesedihan Tong membawa Tong dalam konser yang menampilkan Band Mew. Disaat konser inilah, untuk kesekian kalinya, Mew menyanyikan lagu untuk Tong, dan Tong pun menyaksikannya. Hanya saja, cinta memang harus memilih. Saat konser berakhir, Tong menemui Mew, dan Mew pun manyakan sikap Tong. Tong menjawab bahwa maaf ia tidak bisa menjadi pacarnya, walaupun begitu, bukan berarti Tong tidak mencintainya.

Film ini memang sangat jujur dalam berkisah, dan mengetengahkan konflik keluarga yang sangat khas asia. Film ini dinominasikan dalam beberapa penghargaan bergengsi termasuk Hong Kong International Film Festival. Mario Maurer termasuk yang beruntung dalam film ini, segera saja wajah campuran Jerman China-nya menarik banyak perhatian masyarakat.

]]>
https://saumiere.com/love-of-siam-ketika-cinta-sama-kelamin-bercerita/feed/ 0